SUMENEP, koranmadura.com – Porsi anggaran APBD tahun 2019 untuk Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalami penyusutan dibandingkan tahun 2018.
Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas PU SDA Sumenep Eri Susanto. Menurutnya tahun ini SDA memperoleh porsi anggaran sekitar Rp 23 miliar.
“Kalau tidak salah secara keseluruhan Rp 23 miliar untuk belanja langsung,” katanya.
Penyusutan anggaran di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dianggap hal yang biasa terjadi. Karena terdapat program prioritas pembangunan yang harus didahulukan, sesuai kebijakan Pemerintah Daerah.
Sesuai visi dan misi Bupati Sumenep A Busyro Karim dan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi adalah Nata Kota, Bangun Desa.
Kendati begitu, Erik sapaan akrabnya Eri Susanto tidak menyebutkan perbandingan anggaran dari tahun ke tahun. “Biasa, karena ada program prioritas yang harus didahulukan, nata kota, bangun desa itu,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, saat ini pembangunan untuk irigasi banyak yang selesai. Dari jumlah 150 hektar kawasan irigasi, lebih dari 50 persen telah diperbaiki dan dalam kondisi baik, baik didaerah kepulauan maupun di daerah daratan. “Untuk kawasan irigasi 70 persen sudah diperbaiki,” jelasnya.
Disinggung perbandingan porsi anggaran untuk daerah kepulauan dan daratan, Erik mengaku tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya, yakni dari total anggaran yang ada sebanyak 40 persen dipergunakan pembangunan infrastruktur di kepulauan, sementara 60 persen untuk pembangunan infrastruktur di wilayah daratan.
Tahun ini, kata dia, PU SDA juga mendapatkan anggaran DAK sekitar Rp 8,3 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan pembangunan irigasi di daerah kepulauan maupun daratan.
“Kalau pembangunan tangkis laut kami prioritaskan di daerah kepulauan, karena lebih banyak,” tegasnya. (JUNAIDI/ROS/VEM)