PAMEKASAN, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Madura, Jawa Timur akan melakukan pendidikan mitigasi bencana ke sekolah-sekolah Negeri yang ada Pamekasan. Hal itu untuk mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa jika sewaktu-waktu terjadi musibah bencana alam.
Kordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan, Budi Cahyono mengatakan, berdasarkan penelitian BNPB, ada sekitar 2900 sekolah di Indonesia berada di kawasan rawan bencana.
Menurutnya, dengan jumlah sekolah yang rawan bencana itu, perlu adanya pelatihan kesiapsiagaan siswa jika terjadi bencana alam. “Ini dibutuhkan pelatihan kesiapsiagaan kepada siswa jika terjadi bencana,” jelas Budi Cahyono, Sabtu, 26 Januari 2019.
Lanjutnya mengatakan, pendidikan mitigasi bencana penting untuk dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Sebab, siswa tidak hanya akan diberi materi, tetapi mempraktikkan kiat penanggulangan bencana alam secara langsung.
“Beberapa waktu lalu, BPBD Jatim mengumpulkan seluruh BPBD Kabupaten. Dalam rapat tersebut disampaikan pentingnya pelatihan kesiapsiagaan bencana di sekolah,” tambahnya.
Hasil rapat tersebut, kata Budi Cahyono, kemudian ditindaklanjuti dengan mengirim surat kepada seluruh dinas pendidikan (Disdik) di Jatim. Harapannya, ada waktu yang diluangkan untuk mengisi pendidikan kebencanaan itu.
“Sejauh ini belum ada respon dari Disdik Pamekasan mengenai surat tersebut. Akibatnya, pelatihan kebencanaan baru digelar di sekolah swasta,” imbuhnya.
Jadi lanjutnya, untuk sekolah negeri, masih menunggu respon dari Dinas Pendidikan, pihaknya mengklaim siap memberikan pendidikan mitigasi bencana, baik materi maupun praktik jika ada restu dari OPD yang membawahi sekolah itu. “Kalau kita siap- sia saja mas,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, Moh Tarsun mengatakan, mendukung kegiatan pelatihan mitigasi bencana itu digelar disekolah tetapi dengan catatan, kegiatan tersebut tidak mengganggu jam efektif kegiatan belajar mengajar (KBM). “Sangat setuju saya,” jelasnya.
Terkait surat yang dikirim BPBD ke disdik, pihaknya mengaku masih belum menerima surat dimaksud. “Masih belum,” singkatnya. (SUDUR/ROS/DIK)