SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belum memiliki tempat parkir untuk kendaraan truk pengangkut sampah.
Saat ini truk sampah itu di parkir di sebelah barat kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep. Saat hujan, truk tersebut dibiarkan begitu saja, termasuk saat musim kemarau, truk pengangkut sampah terkesan dibiarkan kepanasan.
Aktivis lingkungan asal Sumenep Syahrul Gunawan menyayangkan belum adanya tempat parkir itu. Kondisi tersebut menyebabkan kondisi truk cepat rusak.
“Yang jelas kalau kepanasan atau kehujanan, kemudian air dibiarkan mengendap pasti cepat rusak,” katanya.
Awalnya mobil tersebut di parkir di sebelah barat Gotong Royong. Namun, setelah kantor tersebut ditempati Disparbudpora truk tersebut dipindah.
“Mestinya sebelum dipindah ada solusi alternatif, sehingga keberadaan truk itu tidak seperti saat ini. Ini kan sama halnya ‘menelantarkan’ aset daerah,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kabid Pengelolaan Sampah dam Limbah B3 DLH, Agus Salam mengakui jika sampai saat ini belum ada tempat parkir kendaraan truk sampah. Namun, pihaknya telah mengajukan pembangunan garasi sebesar Rp 1,2 miliar di tahun 2019.
“Kami sudah mengusulkan anggaran Rp 1,2 miliar di APBD 2019. “Kami sudah koordinasi dengan Bappeda dan DPRD untuk anggaran pembangunan garasi sebesar Rp 1,2 miliar,” katanya beberapa waktu lalu.
Menurut Agus, anggaran tersebut akan diperuntukkan membangun garasi, bor dan landasan cuci mobil. Sehingga, keberadaan armada sudah bisa terurus dengan baik. “Insya sudah ada bangunan di 2019 mendatang. Doakan saja,” ungkapnya.
Saat ini DLH hanya memiliki sebanyak 17 dumtruk pengangkut sampah. Itupun kondisinya banyak yang tidak layak pakai.
Untuk lokasi, katanya akan ditempatkan di lokasi saat ini, yakni di Desa Kebonagung atau sebelah barat kantor KPU. Namun, sampai detik ini pihaknya masih menunggu rekomendasi dari bupati Sumenep. “Kami masih menunggun rekomendasi. Lokasi yang ada sebelah selatan di KPU Sumenep itu,” tuturnya. (JUNAIDI/SOE/VEM)