SUMENEP, koranmadura.com – Memasuki musim penghujan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura Jawa Timur diminta untuk melakukan fogging atau pengasapan untuk pembasmian jentik nyamuk di beberapa rumah warga.
Hal tersebut disampaikan oleh Nurul Huda, warga Dusun Gaber, Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan. “Tak hanya di rumah saya yang banyak nyamuk, di semua rumah-rumah warga sekitar khususnya Dusun Gaber juga sama. Entah apakah ini karena musim penghujan sehingga banyak nyamuk,” ungkap Nurul Huda selaku Kepala Dusun Gaber tersebut, Senin, 21 Januari 2019.
Menurutnya, pada musim penghujan ini, di daerahnya banyak warga menanyakan kegiatan fogging seperti yang dilakukan pemerintah di daerah-daerah lainnya.
“Biasanya pemerintah melakukan pengasapan hingga ke pelosok-pelosok desa. Tapi, kok di daerah kami tidak pernah ada ya?” tanya dia.
Dia berharap, pemerintah yang dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep untuk peka terhadap kondisi cuaca/musim yang berdampak buruk terhadap kesehatan warga.
“Pengasapan tersebut mungkin salah satunya bisa mencegah terhadap timbulnya demam berdarah dengue (DBD). Jadi, kami berharap pihak Dinkes mendatangi dan memenuhi permintaan kami,” harapnya.
Kepala Bidang Pencegahan, Pemberantasan, Pengendalian Penyakit Masalah Kesehatan Masyarakat Dinkes Sumenep, Kusumawati mengatakan bahwa terhitung dari awal hingga pertengahan Januari tahun ini, penderita DBD di kabupaten paling ujung timur di Madura ini sudah sebanyak 16 orang.
“Kalau kita rata-rata, bisa dikatakan tiap hari ada masyarakat terjangkit DBD. Tapi alhamdulillah tidak sampai ada yang meninggal,” kata Kusumawati, Jumat, 18 Januari 2019.
Sebelumya, upaya Dinkes untuk menekan kasus DBD ialah dengan melakukan gerak cepat ketika ada laporan dari Puskesmas. “Upaya Dinkes (untuk menekan kasus demam berdarah), ketika ada laporan dari Puskesmas, meninjau langsung ke lapangan, meninjau di mana kasus yang terjadi untuk kemudian dilakukan fogging dengan radius 100 meter dari tempat penderita,” paparnya. (DIK/VEM)