SUMENEP, koranmadura.com – Cuaca buruk yang melanda perairan di wilayah perairan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, selama beberapa hari terakhir menyebabkan aktifitas pelayaran dari Pelabuhan Kalianget, khususnya dengan jarak tempuh yang jauh, lumpuh.
Akibatnya, sejumlah calon penumpang kapal tujuan Pulau Masalembu tertahan di Pelabuhan Kalianget. Mereka telah beberapa malam menginap. “Kalau tidak salah sudah enam hari berada di sini,” kata salah seorang calon penumpang, Rusmiyati, Rabu, 2 Januari 2019.
Dia mengaku, sampai hari ini dirinya belum mendapat kejelasan dari pihak terkait, kapan kapal akan berlayar ke Pulau Masalembu. Dia hanya bisa berharap kondisi gelombang kembali kondusif dan aktifitas pelayaran normal lagi.
“Kalau kondisi penumpang sekarang sudah banyak yang tidak punya uang. Sudah pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.
Rusmiyati menambahkan, awalnya memang ada bantuan konsumsi untuk para calon penumpang yang telantar di Pelabuhan Kalianget. “Bantuan pernah ada. Nasi dan air dua kardus. Cuma dua hari. Sudah tidak ada lagi,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Usman Kholid, memang mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang biasa beraktifitas di wilayah perairan, agar mewaspadai tendensi peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan Sumenep.
“Kepada masyarakat dimohon untuk tetap berhati-hati dan waspada, serta terus memperhatikan arahan-arahan dari pihak terkait. Termasuk dari BMKG. Ke depan kami akan update perkembangannya setiap hari,” katanya.
Menyikapi hal tersebut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget menunda sementara aktivitas pelayaran jarak jauh antar pulau di Kabupaten Sumenep. Awalnya penundaan aktivitas pelayaran itu berlaku sejak tanggal 30 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)