SAMPANG, koranmadura.com – Kasus penembakan Subaidi, Warga Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, yang bergulir hingga saat ini belum menemukan titik terang. Desakan keluarga korban untuk segera menuntaskan kasus tersebut diakui polisi menjadi beban.
Kapolres Sampang, AKBP Budi Wardiman melalui Kasatreskrim AKP Hery Kusnanto mengaku belum selesainya rentetan pengungkapan kasus penembakan Subaidi oleh tersangka Idris diakuinya sebagai beban.
“Kami berupaya semaksimal mungkin, kalau soal kapan pastinya kami tidak bisa menentukan. Terus terang kami masih bekerja berdasarkan kemampuan kami. Kami berterimakasih atas masukan, saran keluarga dan Ikaba kepada kami,” tuturnya, Sabtu, 26 Januari 2019.
Baca: DPO Senpi Belum Ditangkap, Keluarga Subaidi dan Ikaba Kembali Datangi Polres Sampang
Pihaknya mengaku, akan sesegera mungkin menyampaikan kepada atasannya mengenai hasil pertemuannya dengan pihak keluarga dan Ikaba Jumat, 25 Januari 2019 kemarin agar segera ditindak lanjuti. Pihaknya berencana akan melakukan evaluasi terhadap tim yang sudah dibentuknya dalam penanganna kasus tersebut.
“Hasil evaluasi ini yang akan ditingkatkan untuk kebijakan selanjutnya. Apakah nanti ada penambahan tim baru atau juga minta bantuan dari Polda Jatim. Saya pribadi jika ada kasus yang belum selesai, itu tidak enak dan itu beban. Namun persoalannya, kami bukan hanya melakukan pengungkapan kasus Subaidi melainkan semua kasus yang ada di Sampang. Jujur kemarin kami mendapat apresiasi langsung dari Kapolda dalam pengungkapan Curanmor. Sehingga kamipun menginginkan kasus ini selesai,” akunya.
Sementara Juru bicara Ikatan Alumni PP Mambaul Ulum Bata-bata (Ikaba) Salim Segav mengatakan, masyarakat Sampang dan keluarga korban menginginkan kasus itu cepat selesai. Sebab, dari waktu kejadian hingga saat ini, kasus itu telah bergulir selama 2 bulan berjalan.
“Keluarga korban, Ikaba dan masyarakat Sampang di bawah sangat berharap kepada polisi segera menuntaskan kasus penembakan Saudara Subaidi. Karena kami meyakini ada aktor intelektual di balik kasus ini. Dan kami berharap DPO senpi HA segera ditangkap. Kami khawatir jika tak kunjung di diselesaikan, Ikaba maupun masyarakat di bawah hilang kesabarannya,” ucapnya.
Menurutnya, sejak awal Ikaba berencana hendak melakukan aksi, namun niatan tersebut dibendung karena pihaknya meyakini pihak kepolisian akan bekerja secara profesional dan segera menuntaskannya. Disisi lain, kasus penembakan Subaidi dengan menggunakan senpi adalah sesuatu kekhawatiran dan keresahan masyarakat di bawah.
“Kami juga punya beban ketika kami sering didesak ditanyakan oleh seluruh alumni. Asal tau saja, duka Subaidi juga duka seluruh Ikaba semuanya. Nah kalau kasus ini yang sudah dua bulan berjalan belum juga selesai, kami pun juga tidak bisa membendung kemauan para alumni karena Ikaba bukan milik segelintir orang melainkan milik semua umat,” tegasnya. (MUHLIS/ROS/DIK)