SAMPANG, koranmadura.com – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Sampang, Madura, Jawa Timur, Rabu, 16 Januari 2019 kemarin menyisakan banjir. Akibarnya Kecamatan Ketapang dan Sokobanah terencam. Apa kira-kira penyebabnya?
Kepada koranmadura.com, Kamis, 17 Januari 2019, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Anang Joenaidi mengaku banjir yang terjadi di wilayah utara disebabkan karena intensitas hujan terlalu tinggi. Akibatnya, dua Kecamatan terencam banjir, yaitu Ketapang dan Sokobanah.
Khusus di daerah Kecamatan Ketapang diperparah oleh luapan Sungai Kali Kelompek yang menyebabkan 7 KK di Dusun Sumber Kenanga, Desa Ketapang Barat terendam banjir dengan ketinggian hingga 70 senti meter.
Sedangkan untuk Desa Tamberu, Kecamatan Sokobanah, belum dipastikan oleh pihaknya, karena belum dianalisa. Namun, hujan di sana diakui karena intensitas hujan yang tinggi hingga mengakibatkan genangan air setinggi 50-70 senti meter.
“Di utara hujannya deras hingga 7 jam lamanya sampai sore hari. Hujannya merata di wilayah utara hingga Kecamatan Robatal dan Kedungdung. Yang jelas kemarin banjir di utara karena intensitas hujannya deras, sehingga di Kecamatan Ketapang, menyebabkan sungai di sana meluap. Kalau yang di Tamberu kurang tau pasti, apakah karena saluran airnya kurang memadai apa tidak karena kami belum sampai menganalisis ke sana,” pungkasnya.
Pihanya juga menyatakan, untuk waktu surutnya air di dua lokasi tersebut diakuinya sangat cepat. “Surutnya cepat kok, butuh waktu setengah jam yang di Ketapang, kalau yang di Tamberu butuh sekitar 15 menit,” paparnya.
Sementara Imron, warga Kecamatan Sokobanah, mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah utara karena dilanda hujan dengan intensitas tingga selama 7 jam lamanya sejak siang hingga sore hari. Bahkan pihaknya menyatakan, setiap kali terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi dengan waktu lama, maka di daerah tersebut besar kemungkinan terjadi luapan atau genangan air.
“Ini karena minimnya saluran pembuangan atau selokan di wilayah utara, meski ada itupun kecil dan seringkali dijadikan pembuangan sampah. Kami berharap Pemkab Sampang membenahi saluran pembuangan untuk wilayah utara,” tuturnya. (MUHLIS/SOE/DIK)