KORANMADURA.com– Forum Aktivis Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Alhitan) Madura menilai perlunya sekolah-sekolah melakukan gerakan peduli lingkungan. Generasi muda dan kalangan pelajar merupakan kelompok yang potensial untuk mendukung pelestarian lingkungan.
“Pelestarian lingkungan menjadi kebutuhan Indonesia sekarang. Keterlibatan siswa bisa menjadi contoh generasi muda untuk mendorong kesadaran perlunya kualitas lingkungan yang lebih baik,” kata koordinator Forum Alhitan, Ali Jauhari, saat melakukan survey lokasi kegiatan kampanye udara sehat di Desa Ambat, Pamekasan, Rabu, 23 Januari 2019.
Pemerintah telah memberikan Anugerah Adiwiyata kepada 396 sekolah di seluruh Indonesia. Penghargaan itu diberikan kepada sekolah jenjang dasar dan menengah yang menjalankan program peningkatan kualitas lingkungan hidup.
Hal tersebut, kata Ali Jauhari, menunjukkan kepedulian pemerintah yang perlu disambut oleh sekolah-sekolah dengan meningkatkan kontribusi pelestarian lingkungan melalui pengelolaan sampah, penanaman, dan pemeliharaan pohon, konservasi energi, konservasi air, dan upaya perlindungan lainnya.
Anugerah Adiwiyata merupakan upaya untuk menciptakan sekolah peduli lingkungan melalui tata kelola guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Empat komponen yang diukur ialah kebijakan sekolah, kurikulum, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.
Sejak digelar pada 2006 hingga tahun ini sebanyak 3.871 sekolah telah berpredikat Adiwiyata. Tahun ini sebanyak 396 sekolah memenuhi kriteria dan berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata.
Untuk membangun gerakan ini, selain memasukkan kurikulum lingkungan hidup dan kehutanan dalam mata pendidikan di sekolah, juga dilakukan penerapan berupa praktik sebagai bagian dari membangun karakter siswa yang peduli akan pelestarian lingkungan.
“Di sisi lain, pemerintah tidak hanya memberi penghargaan saja, tapi mendorong bangkitnya sekolah dan madrasah melalui reward dalam bentuk lain sehingga ke depan perlu dikembangkan bersama-sama menjadi gerakan nasional,” ungkapnya.
Tahun ini terdapat 875 sekolah yang mengikuti seleksi Adiwiyata. Sekolah sebanyak itu terdiri atas 784 sekolah negeri dan 91 sekolah swasta di 273 kota/kabupaten pada 32 provinsi. Sekolah-sekolah tersebut diusulkan dinas lingkungan hidup setempat.
Salah satu kegiatan yang dapat digalakkan di sekolah-sekolah ialah aksi penanaman pohon. Gerakan menanam pohon potensial dibangun di sekolah-sekolah.
Presiden sudah mencanangkan 2019 penghijauan secara besar-besaran. Saya minta sekolah Adiwiyata turut ambil bagian dalam gerakan rehabilitasi lahan ini. Sekolah harus sedini mungkin menanam pohon, satu orang 25 pohon. Ketika SD menanam 5 pohon, SMP 5 pohon, SMA 5 pohon, pendidikan tinggi 5 pohon, kemudian ketika berkeluarga kembali menanam 5 pohon.
Program lingkungan yang dijalankan di sekolah perlu ditingkatkan sehingga menjadi gerakan budaya. Melalui gerakan, pembudayaan aksi peduli lingkungan di sekolah akan lebih kuat. (G. MUJTABA/SOE/VEM)