SUMENEP, koranmadura.com – Reposisi Ketua DPRD Sumenep kembali menemukan jalan buntu, bahkan terancam tidak terealisasi. Terbukti, pada tahun 2018 DPRD telah menggelar beberapa kali rapat paripurna soal usulan pemberhentian pimpinan, namun selalu tidak kourum. Sehingga upaya PKB mereposisi H Herman Dali Kusuma kepada Dulsiam selalu kandas.
Pada tahun 2019 DPRD Sumenep, tepatnya pada Senin, 7 Januari 2019 kemarin, Rapat Paripurna Laporan Usulan Pemberhentian Pimpinan Dewan kembali digelar. Namun, lagi-lagi gagal digelar karena tidak kuorum. Karena dari 50 anggota DPRD, hanya 19 orang yang hadir. Bahkan, yang mengisi daftar hadir Usulan Pemberhentian Pimpinan Dewan terhitung hanya 6 anggota saja.
Rapat Paripurna Laporan Usulan Pemberhentian Pimpinan Dewan bisa dilanjutkan jika dihadiri 2/3 dari seluruh anggota atau dihadiri oleh 34 anggota.
Setelah gagal digelar karena tidak kourum, akhirnya muncul beberapa opini bahwa ketidakhadiran anggota dewan terkesan “sengaja dicipta”. Bahkan sayup-sayup di luar muncul nama Ketua DPRD Sumenep yang tak lain adalah H Herman Dali Kusuma.
Baca: Reposisi Ketua DPRD Sumenep Lagi-lagi Kandas, H Herman: Saya Manut Sama Partai
Koranmadura.com pun mencoba untuk menemui H Herman. Namun, saat disodorkan pertanyaan itu, H Herman langsung membantah dengan sangat serius. Bahkan ia geleng-geleng kepala mendengar ada kabar dirinya yang bermain.
“Tidak benar itu, jangan mengada-ada sampean, saya tidak pernah intruksi untuk tidak hadir pada anggota dewan yang lain. Saya ini sudah manut sama partai,” ucapnya tegas dengan nada serius.
Setelah itu, H Herman mengibaratkan dirinya seperti air yang bisa salin, diminum bahkan dibuang kapan saja. Namun, kata H Herman, air itu adalah sumber utama bagi kehidupan.
“Kurang apa saya sama partai, mau diganti sebagai Ketua, mobil dinas sudah saya kembalikan, disuruh ini itu saya sudah legawa, intinya saya manut sama partai, itu aja,” ucapnya mengakhiri. (SOE/DIK)