SUMENEP, koranmadura – Warga Desa Soddara, Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura melakukan audiensi ke PT PLN (Persero) Rayon Ambunten, Senin, 28 Januari 2019.
Audiensi tersebut didampingi Kapolsek Pasongsongan, AKP Suwardi guna untuk memperlancar proses audiensi antara warga dengan pihak PLN.
Baca:
- Seminggu Listrik di Desa Soddara Padam, Pihak PLN Hanya Cuek
- Tak Kunjung Ditangani, Warga Desa Soddara Datangi Kantor PLN Rayon Ambunten
Kepala Dusun Gaber, Nurul Huda yang memimpin langsung warga dari Badan Komunikasi Pemuda Soddara (BKPS) untuk beraudiensi mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan beberapa keluhan dari masyarakat kepada Direktur PLN Rayon Ambunten.
“Kami sudah sampaikan beberapa keluhan dari masyarakat (pelanggan) langsung kepada kepala (Direktur) PLN,” tegasnya.
Menurut Nurul Huda, setidaknya ada 6 poin keluhan tersebut. Salah satunya Tegangan listrik tidak normal atau berada di bawah 220 volt. Selain itu, pelayanan tidak maksimal sehingga tidak cepat tertangani.
“Mudah-mudahan pihak PLN segera menangani dengan cepat, sebagaimana yang disampaikan saat audiensi tadi,” harapnya.
Sementara Direktur PT PLN (Persero) Rayon Ambunten, Rahmat Supriyanto mengatakan siap menindaklanjuti beberapa keluhan warga tersebut.
“Setelah keluhan-keluhan warga ini dicatat, nanti atau besok, saya perintahkan petugas segera meninjau ke lokasi untuk memastikan kabel yang banyak mengelupas dan minimnya daya listrik. Ya biar tahu penyebabnya,” ungkapnya.
Jika terkelupasnya kabel listrik karena usia, menurutnya akan segera diganti. “Kabelnya nanti akan diganti. Jika karena faktor kayu yang roboh ke kabel, kami akan memotong kayu yang mengganggu kabel listrik,” sambungnya.
Mengenai trafo yang diduga kelebihan beban yang berdampak pada daya listrik di bawah normal, pihaknya masih menunggu hasil peninjauan petugas dari lokasi.
“Tunggu hasil peninjauan. Jika daya trafonya kecil akan diganti atau ditambah. Namun jika karena letak trafo yang jauh dari kebanyakan pelangan akan digeser,” pungkasnya.
Berikut beberapa poin keluhan pelanggan.
- Tegangan listrik tidak normal (di bawah 220 volt)
- Trafo (diduga) kelebihan beban sehingga daya listrik kecil
- Kabel listrik ada yang putus
- Kabel listrik banyak yang mengelupas alias rapuh karena sudah berusia 20 tahun
- Pelayanan tidak maksimal sehingga tidak cepat tertangani
- Barang-barang elektronik banyak yang rusak akibat daya listrik tidak normal dan pemadaman secara mendadak
(DIK/SOE)