SUMENEP, koranmadura.com – Direksi PT Sumekar yang sejak lama dibiarkan tak bertuan akhirnya memiliki nakhoda setelah beberapa waktu lalu Bupati Sumenep A Busyro Karim melantik direksi yang baru. Namun, pengangkatan itu menuai kontroversi. Pro dan kontrak tak terhindarkan. Karena terjadi beberapa kejanggalan.
Baca: Pansel Loloskan Caleg Provinsi Jawa Timur Jadi Calon Dirut PT Sumekar?
Salah satu kejanggalan tersebut ada pada Direktur PT Sumekar yang baru, Achmad Zainal. Karena pada waktu bersamaan, ia tercatat sebagai Daftar Calon Tetap (DCT) Caleg DPRD Jatim. Terbukti, ketika dicek di website KPU Jatim, nama Zainal masih muncul. Sementara dalam aturan, jajaran Direksi BUMD tidak boleh dipimpin oleh orang yang aktif atau jadi pengurus partai.
Ketua DPC PKB Sumenep KH Imam Hasyim sebenarnya ikut membela Zainal. Mantan Ketua DPRD Sumenep ini menegaskan bahwa Zainal telah mengundurkan diri sebagai Caleg DPRD Jatim, bahkan yang bersangkutan telah mencabut diri dari keanggotaan partai jauh sebelum mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).
“Kalau di KPU tetap karena pengunduran dirinya setelah penetapan DCT, namun yang bersangkutan telah mundur sebagai Caleg dan mencabut sebagai keanggotaan Partai,” ujar KH Imam Hasyim saat dikonfirmasi.
Baca: Pemkab Sumenep Bersikukuh Pengangkatan Direksi PT Sumekar Tak Labrak Aturan
Akhirnya, setelah melalu proses demi proses hingga waktu yang kerap diulur, Pansel PT Sumekar tetap menetapkan Achmad Zainal sebagai Direktur dengan alasan yang bersangkutan telah mundur sebagai Caleg DPRD Jatim dan telah mencabut diri dari keanggotaan partai, yakni PKB.
Namun, pertanyaan-pertanyaan sinis tetap muncul, benarkah Zainal mengundurkan diri dari Caleg DPRD Jatim dan mencabut diri dari keanggotaan partai? Apakah ini hanya siasat PKB agar tidak menuai kontroversi?
Berdasarkan penelusuran koranmadura.com, ternyata Zainal “belum sungguh-sungguh” keluar dari keanggotaan partai. Terbukti, pada bulan Desember 2018 lalu, saat Safari Kepulauan Pemkab Sumenep, Zainal datang dan turut serta dalam rombongan Bupati dan memakai almamater PKB, bahkan saat itu dikenalkan oleh Dulsiam sebagai Caleg DPRD Jatim. Padahal menurut Kiai Imam, Zainal sudah mundur jauh sebelum mencalonkan diri sebagai Direktur PT Sumekar.
Baca: Terkait Polemik Pengangkatan Direksi PT. Sumekar, Mahasiswa Demo Kantor Pemkab Sumenep
Seperti diketahui, dalam safari kepulauan yang telah berlalu, para petinggi PKB dengan jelas memakai alamamater di muka umum. Saat itu, PKB yang diduga ikut numpang ke APBD dalam safari mengambil kesempatan dalam kesempitan. PKB melakukan roadshow ke PAC, termasuk ke salah satu Pondok Pesantren. Bahkan dalam pantauan koranmadura.com, PKB terlihat masif melakukan silaturrahim dengan para tokoh di berbagai titik.
Baca : Safari Kepulauan, PKB “Numpang” ke APBD?
Menanggapi hal tersebut, Direktur Pelaksana PT Sumekar yang baru, Zainal mengatakan bahwa sebelum mendaftar diri sebagai calon Direksi PT Sumekar, ia telah mencabut dari keanggotaan partai. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak mungkin diterima oleh Pansel jika belum memundurkan diri.
“Jelas lah mundur dari keanggotaan partai. Saya itu sudah mundur dan mencabut dari keanggotaan partai, kalau tidak mundur pasti tidak diterima oleh Pansel,” Kata Zainal melalui telepon selelurnya, Kamis, 24 Januari 2019.
Namun, penegasan mundur dari Zainal itu malah membuat “kabur” dan blur. Pasalnya, saat dihubungi, Zainal mengaku kalau dirinya sedang berada di Kantor PKB dan menyatakan ikut rapat partai. Kemudian, ketika ditanya lagi apakah masih aktif di PKB, Zainal plin plan. Awalnya, menjawab ikut rapat, tapi akhirnya membantah. Jawaban Zainal pun benar-benar ambigu. Mundur atau tidak?
“Endak, ini hanya kebetulan saja, ini PKB minta kursi, saya mau beliin kursinya partai, kemudian duduk dan santai di sini, tidak ikut rapat,” ucapnya Kamis, 24 Januari 2019. (MADANI/SOE/DIK)