SUMENEP, koranmadura.com – Kapal Dharma Bahari Sumekar III telah resmi diluncurkan oleh Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada 31 Oktober 2018 lalu. Namun hingga awal 2019, kapal tersebut belum juga dioperasikan.
Keberadaan kapal DBS III sebetulnya diharapkan menjadi solusi bagi warga kepulauan yang hendak menggunakan jasa transportasi laut saat kondisi gelombang kurang bersahabat. Mengingat kapal itu didesain lebih tahan ombak daripada kapal-kapal yang biasa beroperasi selama ini.
Kapal yang menghabiskan dana sebesar Rp 39 miliar dari APBD Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Sumenep itu direncanakan melayani warga kepulauan dari Pelabuhan Kalianget menuju Kangean dan Sapeken.
Terkait belum beroperasinya kapal tersebut, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, menjelaskan bahwa administrasinya belum lengkap. Saat ini masih dalam proses dilengkapi sebelum betul-betul dioperasikan.
“Bukan karena ombak, kapal DBS III tidak dioperasikan. Tapi masih dalam proses administrasinya agar dilengkapi. Cuma kebetulan saja saat ini memang ada ombak (besar) dan banyak kapal tidak beroperasi,” ujarnya, Kamis, 3 Januari 2018.
Dikonfirmasi lebih lanjut mengenai kemampuan kapal DBS III “melawan” ombak, menurut suami Nia Kurnia itu, dalam batas tertentu memang tetap bisa melalui. “Tahan ombak kalau hanya satu atau dua meter. Kalau sudah empat meter, digulung juga. Tapi kami sudah berusaha membuat kapal yang lebih tahan ombak. Karena kalau tidak tahan, itu mudah dihempaskan,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)