SUMENEP, koranmadura.com – Hujan yang disertai angin kencang di terjadi di Wilayah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sejak sepekan terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan gedung sekolah dasar negeri (SDN) Sendir, Kecamatan Lenteng, ambruk. Peristiwa itu terjadi pada Senin, 28 Januari 2019 sekitar Pukul 11.30 WIB.
Baca: Diguyur Hujan, Gedung Sekolah di Sapeken Ambruk
Salah seorang guru SDN Sendir, Irianto mengatakan, terdapat tiga ruang kelas yang ambruk. Robohnya gedung sekolah plat merah itu diduga akibat diguyur hujan yang disertai angin kencang sejak beberapa hari terakhir.
“Ada dua kelas yang rusak parah, ambruk, satu kelas hanya rusak ringan,” katanya saat dihubungi media ini, Senin, 28 Januari 2019.
Dalam peristiwa itu, kata dia, tidak ada korban jiwa. Karena siswa dipulangkan lebih awal, mengingat kondisi gedung sudah rusak dan tidak mendapatkan perbaikan.
“Dari awal kami memang khawatir ambruk. Karena sejak tiga hari lalu dinding bagian utara mulai retak. Makanya proses belajar mengajar tidak kami taruh di ruangan itu, dan saat kejadian anak-anak juga sudah dipulangkan,” terangnya.
Hanya saja, satu unit motor milik salah seorang guru tertimpa reruntuhan dan mengakami sedikit kerusakan.
Baca Juga: Diterjang Angin Kencang, Gedung SMK di Legung Barat Ambruk
Saat ini, lanjutnya, masyarakat dibantu Polsek dan Koramil tengah melakukan evakuasi puing-puing. “Kami mengharap perhatian dari pemerintah daerah. Agar proses belajar mengajar kembali normal,” pintanya.
Selama sepekan terakhir, setidaknya terdapat tiga gedung sekolah yang ambruk. Selasa, 22 Januari 2019 lalu gedung Madrasah Ibtidaiyah (MI) Pondok Pesantren Nurul Islam di Pulau Sapangkur Besar, Desa Sabuntan, Kecamatan Sapeken, roboh. Kemudian beberapa waktu lalu gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Aswaja di sapu angin dan akhirnya juga ambruk. (JUNAIDI/ROS/VEM)