SUMENEP, koranmadura.com – Gedung baru pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur disorot. Pasalnya, pengerjaannya diduga asal-asalan.
Sorotan itu datang dari Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS). Berdasarkan temuan FKMS, bubungan (genteng beton) atap gedung yang baru dibangun 2018 itu tak kuat menahan hujan karena pelapis atap sudah mengelupas. Sehingga dipastikan bocor sebelum ditempati.
Baca: Pembangunan Gedung Puskesmas Rubaru Diduga Asal-asalan
Menanggapi hal tersebut, Kasubag Kepegawaian Dinkes Sumenep, Mohammad Nur Insan memilih tidak banyak komentar, namun pihaknya memastikan kalau temuan FKMS itu akan ditindaklanjuti.
“Saya masih di Jombang, besok saya akan panggil kontraktor. Terima kasih koreksinya,” ucapnya singkat saat dihubungi via WhatsApp, Senin, 7 Januari 2019.
Sebelumnya, Ketua Front Keluarga Mahasiswa Sumenep (FKMS) Sutrisno sangat menyayangkan pengerjaan yang diduga asal-asalan tersebut. Sebab gedung yang dibangun oleh Pemkab Sumenep melalui Dinas Kesehatan itu untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.
“Nyatanya, tidak demikian, karena ternyata pengerjaannya asal-asalan,” kata Tris, sapaan akrab Sutrisno, Senin, 7 Januari 2019.
Berdasarkan investigasi FKMS, sepertinya dalam pelaksanaanya terjadi penyelewengan, sebab dalam proses pengerjaannya diduga terjadi pengurangan volume seperti yang terlihat jelas di bagian atas gedung (atap).
“Pengerjaan Puskesmas Rubaru yang baru selesai dikerjakan beberapa minggu lalu sudah tampak rusak, coba lihat bagian atas, tentu saja hasil pekerjaan Puskesmas tersebut dipertanyakan. Kok bisa baru saja dikerjakan, kondisinya sudah begitu?,” tambah Tris penuh tanda tanya.
Dari hasil investigasinya, pemuda asal Rubaru ini menemukan beberapa bukti fisik pembangunan Puskesmas yang pekerjaannya tidak sesuai spesifikasi teknis. Utamanya di bagian atas yang terlihat jelas pelapis bubungan telah mengelupas.
Atas dasar itulah, Tris mengecam keras pembangunan puskesmas yang terkesan asal-asalan. Apalagi itu ada di daerahnya sendiri. “Masak baru dibangun 2018, sekarang sudah mengelupas gara-gara kena air hujan. Apalagi gedung itu belum ditempati,” tegas Tris dengan kecewa.
Seharusnya kata Mantan aktivis PMII UNIJA ini, Puskesmas adalah tempat pelayanan kesehatan yang mampu menunjang pelayanan yang baik terhadap masyarakat. “Kalau tempatnya saja tidak baik, maka pelayanan kesehatan yang diberikan dipastikan tidak baik pula,” ujarnya. (MADANI/SOE/DIK)