PAMEKASAN, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar kirab Penghargaan Piala Adipura yang berhasil diraih dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sebagai Kategori Kota Kecil. Kirab berlangsung di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Pamekasan.
Rute kirab yang dilakukan yaitu, mulai dari kantor Kecamatan di Jalan Raya Tlanakan dan secara maraton melalui Jalan Trunojoyo, Jalan Niaga, Jalan Jingga, Jalan Jokotole, Jalan Raya Sumenep, Jalan Raya Bonorogo, Jalan Stadion, Jalan Panglima Sudirman dan Arek Lancor hingga titik terakhir ke Pendopo Pemkab setempat.
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengatakan, piala Adipura yang diaraih kota berjuluk Gerbang Salam tersebut merupakan bentuk dampak kerja sama yang baik dari pihak OPD yang telah dikerjakan selama ini.
“Tentu (piala) Adipura ini bagian dari dampak saja bukan tujuan, dampak dari kerja yang kita lakukan,” katanya, Rabu, 16 Januari 2019.
Dia mengajak kepada seluruh OPD di Pamekasan untuk selalu berinovasi menjadikan Kabupaten Pamekasan hebat. “Teruslah melakukan inovasi, terus melakukan langkah-langkah yang lebih gesit lebih cepat,” tambahnya.
Lanjutnya, Dia berterimakasih kepada OPD khusnya DLH dan masyarakat Pamekasan yang telah mendorong menjadikan Pamekasan hebat. “Karena kerjasama, baik antara kita, semua keinginan seluruh masyarakat yang ada di Pamekasan, akhirnya Adipura yang selama ini ditunggu selama 3 tahun ini bisa kita dapatkan,” paparnya.
Badrut Tamam mengajak kepada seluruh OPD untuk mempertahankan piala Adipura yang telah diraihnya saat ini. Sebab, persyaratan di tahun yang akan datang dimungkinkan akan semakin bertambah.
“Syarat (piala Adipura) 2017 dan 2018 itu kurang lebih yang saya baca itu 21 syarat. Dan yang akan datang syarat untuk mendapatkan Adipura itu biasanya bertambah menjadi 25 atau 31 untuk mendapatkan Adipura itu. Tinggal kita bagaimana mempertahankan Adipura ini dengan memperbaiki beberapa hal yang masih belum (baik) untuk menuju sesuatu yang lebih baik,” pungkasnya. (*/SUDUR/ROS/DIK)