JAKARTA, koranmadura.com – Dua hari menjelang debat pertama capres-cawapres tanggal 17 Januari lalu Lembaga sigi Media Survei Nasional (Median) melakukan survei elektbilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo-Sandi. Survei ini dilakukan selama sepuluh hari sejak tanggal 6 hingga 15 Januri 2019.
“Selisih elektabilitas atau jarak elektoral relatif menipis. Suara pasangan Jokowi-Ma’ruf relatif stagnan, sedangan Prabowo-Sandiaga tumbuh namun relatif lambat,” kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Senin 21 Januari 2019.
Sebelumnya, pada hasil jajak pendapat Median per November 2018, tingkat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 47,7 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 35,5 persen. Selisih elektabilitas keduanya kala itu masih 12,2 persen.
Survei ini dilakukan pasca 6-15 Januari 2019 terhadap1.500 responden dengan margin of error sebesar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Responden dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling.
Pasca dilaksanakannya debat pertama pada 17 Januari lalu, peta elektabilitas masing-masing pasangan capres-cawapres diyakini sangat mungkin berubah. Namun Rico tidak menyinggung soal kemungkinan tersebut. Namun yang jelas, hasil survei pasca debat tersebut patut ditunggu. (KOMPAS.com/BETH/DIK)