SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah sekolah di Kecamatan Gapura, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilakukan pengasapan untuk membasmi nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD). Salah satunya sekolah di Yayasan Nurul Mannan, Desa Banjar Barat, Sabtu, 26 Januari 2019.
Pengasapan di yayasan tersebut dilakukan karena salah seorang siswanya diketahui terjangkit demam berdarah, bahkan sampai meninggal beberapa waktu lalu.
“Kami melakukan fogging di sini (Yayasan Nurul Mannan) karena ada salah seorang siswanya meninggal karena DBD. Meninggalnya di rumah sakit,” kata penanggung jawab masalah DBD Puskesmas Gapura, Five Martono.
Menurut dia, selain melakukan fogging di sekolah, pengasapan juga dilaksanakan di rumah yang bersangkutan. Hal itu untuk mengantisipasi adanya penderita DBD lain. “Sebenarnya yang lebih efektif dari pengasapan ini ialah melakukan tiga M. Menguras, mengubur, dan menutup atau mendaur ulang,” tambahnya.
Selebihnya ia menyampaikan bahwa sejak Januari tahun ini, Puskesmas Gapura sudah menangani 13 penderita demam berdarah. Dengan perincian, satu meninggal setelah dirujuk ke rumah sakit, dan 12 lainnya dalam perawatan.
“Tapi penderita demam berdarah yang ditangani Puskesmas itu bukan dari Gapura semua. Ada yang dari Dungkek, Batang-Batang, bahkan ada dari Batuputih,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Raudhatul Atfal (RA) Nurul Mannan, Wiwin Mariance Marianofa, menjelaskan bahwa siswanya yang meninggal dunia karena demam berdarah ialah Muhammad Rafa Mutiazzaki asal Desa Batudinding. “Ia masih berusia 6 tahun dan duduk di kelas B RA Nurul Mannan,” ujarnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)