SAMPANG, koranmadura.com – Salah satu desa di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terpantau masih mengerjakan program dana desa (DD) tahun 2018 di tahun 2019. Bolehkah?
Kabid Bina Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang, Suhanto menyatakan bahwa masih ada program DD tahun 2018 yang masih dikerjakan pada tahun 2019. Namun, pihaknya sudah mewanti-wanti agar pihak desa mengerjakan program DD sejak awal karena dikhawatirkan terjadi cuaca yang buruk.
Baca: Pengerjaan DD di Sampang Melebihi Tahun Anggaran, Bolehkah?
“Kalau waktunya tidak memungkinkan tidak apa-apa dikerjakan hingga lewat tahun, karena nanti ada petanggung jawabannya,” katanya.
Meski tidak apa-apa, kata Suhanto, desa yang mengerjakan DD melebih tahun anggaran akan dikenakan sanksi. “Dan desa itu akan dikenakan sanksi yaitu kuota anggaran DDnya pada tahun ini akan dikurangi sebesar sisa anggaran yang belum diselesaikan pada tahun anggaran sebelumnya,” tegasnya.
Sementara untuk sisa anggaran akan masuk ke Silpa desa atau rekening desa. “Dan sisa anggaran itu masuk ke Silpa desa atau rekening desa. Misal dulu nerima Rp 600 juta pada pencaitan tahap III, dan realisasinya hanya Rp 500 juta, kan ada sisa Rp 100 juta. Nah, DD selanjutnya misal nerima Rp 900 juta, maka jatahnya terkurangi menjadi Rp 800 juta,” terangnya menambahkan.
Selain itu, menurutnya, pencairan DD tahap III tahun anggaran 2018 telah dicairkan pada pertengahan November hingga Desember 2018 lalu sejak pengajuanya dari desa pada Oktober lalu. Namun, banyak desa yang masih mengalami masalah dalam administrasinya, sehingga pencairannya menjadi telat. Sehingga apabila ada pengerjaan belum selesai, maka untuk melanjutkan sisa pekerjaan tersebut bukan menggunakan anggaran sebelumnya melainkan menggunakan anggaran tahun berikutnya.
“Sebenarnya bukan hanya di daerah Omben saja, di daerah Camplong juga ada yang belum. Tapi kami masih belum melakukan evaluasi ke desa. Sehingga kami masih belum ada rekapan desa mana saja yang pelaksanaan proyek DD melampaui tahun anggaran. Tapi dalam minggu ini atau bulan Februari mendatang kami akan turun ke lokasi,” dalihnya. (MUHLIS/SOE/DIK)