SUMENEP, koranmadura.com – Cuaca buruk yang melanda wilayah perairan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menyebabkan aktifitas pelayaran lumpuh. Tak hanya yang jaraknya jauh, pelayaran jarak dekat pun demikian.
Seperti terjadi di Dermaga Talabbung, Desa Pagarbatu, Kecamatan Saronggi. Aktifitas pelayaran di sana menuju Pulau Giligenting juga lumpuh total, Rabu, 23 Januari 2019.
Akibat tidak adanya perahu yang melayani pelayaran, tak sedikit barang dagangan yang tertahan di sana. Para pedagang yang biasa berjualan di Pulau Giligenting kini dihantui bayang-bayang kerugian yang mencapai jutaan rupiah.
Salah seorang pedagang yang barang dagangannya tertahan di dermaga tersebut ialah Ibu Arti. Dia mengaku tidak tahu kalau hari ini tidak ada perahu yang beraktifitas. Sehingga membawa barang dagangan cukup banyak. Seperti tempe, tahu, sayur, dan daging.
“Biasanya tiap hari dari sini (dermaga Talabbung) ada perahu yang ke Giligenting. Tapi hari ini tidak ada. Katanya cuaca buruk sekarang. Tapi sebelumnya saya tidak mendengar informasi kalau ombak sekarang tinggi. Kalau ada informasi pasti tidak akan belanja untuk dijual lagi,” ungkapnya.
Kini dia khawatir. Sebab kalau barang dagangannya sampai tidak terjual, kemungkinan banyak yang busuk sangat besar. Terutama tahu, tempe dan daging. “Kalau sampai busuk, ruginya banyak, Pak. Bisa sampai empat juta,” tambah dia.
Dia berharap, cuaca buruk tidak berlangsung lama. Sehingga barang dagangannya bisa cepat terjual, sebelum banyak yang busuk. “Harapan saya semoga cuaca kembali normal,” pungkasnya.
Seperti diketahui, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini kondisi gelombang di wilayah perairan memang cukup tinggi. Kondisi ini diprakirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
BMKG mengimbau kepada masyarakat yang biasa beraktifitas di wilayah perairan, khususnya operator transportasi laut dan nelayan, agar berhati-hati sampai kondisi gelombang kembali kondusif. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)