SAMPANG, koranmadura.com – Dua Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, harus pulang tak bernyawa ke kampung halamannya karena mengalami kecelakaan kerja di Malaysia, Kamis, 21 Februari 2019. Sejak awal tahun 2019, sudah belasan TKI yang meninggal lantaran hal serupa.
Kasi Penempatan Tenaga Kerja, Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang, Agus Sumarso mengatakan, mendapat surat pemberitahuan resmi dari Loka Pelayanan Penempatan Dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (LP3TKI) Surabaya, bahwa saat ini akan dilakukan pemulangan dua jenazah asal Kabupaten Sampang.
Kedua jenazah itu diantaranya Satimah asal Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang dan Karsa Abdul warga Desa Rabian, Kecamatan Ketapang. Keduanya meninggal karena kecelakaan kerja di negeri Jiran.
“Per hari ini kami mendapatkan surat pemberitahuan dari LP3TKI Surabaya, bahwa ada dua jenazah akan dipulangkan, dan sore tadi, jenazah baru sampai ke rumahnya. Sehingga dalam tiga pekan pada Februari ini sudah ada lima TKI Sampang yang meninggal dunia,” ujarnya, Kamis, 21 Februari 2019.
Lanjut Sumarso mengatakan, tiga TKI yang meninggal sebelumnya yaitu satu orang TKI di negara Jeddah dan jenazahnya tidak bisa dipulangkan sehingga dimakamkan di Arab. Sedangkan dua lainnya TKI asal Malaysia.
Menurut Sumarso, TKI yang meninggal di Jeddah yaitu atas nama Sukiye Binti Jehri asal Desa Betioh, Kecamatan Banyuates. Ia meninggal dunia karena menderita penyakit diabetes. Sukiye sempat dirawat di rumah sakit king abdul Aziz jeddah dan meninggal pada hari Selasa, 12 Februari lalu sehingga menghebuskna nafas terakhirnya di rumah sakit tersebut.
“Kalau yang dua TKI lainnya saya lupa namanya, mereka berasal dari warga Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah dan Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang. Keduanya meninggal karena kecelakaan tenaga kerja di Malaysia,” katanya.
Dengan Demikian, selama 2019, Agus menyebutkan warga Sampang, yang menjadi TKI ilegal di luar negeri dan meninggal dunia diketahui sebanyak 18 orang. Mereka kesemuanya meninggal karena kecelakaan kerja di negara Malaysia.
“Dari Januari hingga minggu ke tiga Februari sudah ada 18 orang. Rata-rata mereka meninggal karena kecelakaan kerja,” pungkasnya. (MUHLIS/ROS/VEM)