SUMENEP, koranmadura.com – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Masuni, menyebut hingga sekarang masih banyak desa belum menyelesaikan laporan akhir APBDes tahun 2018.
Menurut Masuni, sebetulnya laporan akhir APBDes 2018 di kabupaten paling timur Pulau Madura ditargetkan rampung 20 Januari lalu. Hanya saja, dalam perkembangannya, sampai sekarang belum seluruhnya tuntas.
Mantan Kepala Disdik Sumenep itu menyampaikan, dari 330 desa di Sumenep, baik di wilayah daratan maupun kepulauan, masih ada 200 lebih desa yang belum menyelesaikan pelaporan keuangan tersebut.
Dia mengatakan, keterlambatan ini salah satunya karena pencairan dana desa (DD) tahap tiga tahun lalu baru terlaksana jelang tutup tahun. “Apalagi tahun kemarin bersamaan dengan (penerapan) Siskeudes,” tambahnya.
Meski begitu, karena laporan keuangan desa ini akan dijadikan bahan audit badan pemeriksa keuangan (BPK), pihaknya mendesak desa-desa yang belum menyetorkan laporan keuangannya agar segera menyelesaikan.
“Mau tidak mau harus secepatnya selesai. Karena itu merupakan kewajiban desa dan akan menjadi bahan audit BPK. Jadi ini harus dipaksa selesia. Saya minta kepada desa supaya mempercepat,” tegasnya. (FATHOL ALIF/ROS/VEM)