PAMEKASAN, Koranmadura.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak lagi mengelola taman Kowel dan Gladak Anyar. Sebab, dua taman kota tersebut resmi ditangani Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) sejak pekan lalu.
Hal itu disampaikan Kepala DLH Amin Jabir. Menurutnya, pengalihan itu dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan pengelolaan taman. Sehingga, makin diminati masyakarat sebagai tempat rekreasi keluarga.
“Dengan pelimpahan itu, BKM harus bisa memastikan agar tidak terjadi menyalahgunakan taman. Jangan sampai citra taman sebagai ruang terbuka hijau tidak dimanfaatkan dengan baik. Selama ini banyak laporan dari tokoh masyarakat tentang penyalahgunaan taman,” kata Jabir.
Kendati tidak lagi mengelola, lanjutnya, DLH akan tetap mengawasi untuk mengetahui perkembangan taman. Pihaknya juga akan meminta BKM untuk memberi laporan secara periodik terkait perkembangan dan sumber pendapatan taman.
“BKM juga bisa mengelola beberapa sarpras agar bisa dijadikan sumber pendapatan. Seperti memanfaatkan lahan parkir dan WC umum. Agar tetap hijau, perawatan pohon dan bunga harus diperhatikan. Jika ada yang rusak, DLH bersedia membantu,” katanya. (ALI SYAHRONI/ROS/VEM)