JEMBER, koranmadura.com – Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim Irjen Pol (Purn) Mahfud Arifin menargetkan kemenangan Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin 70 persen di Jawa Timur. Hal itu diungkapkan Mahfud saat menghadiri Deklarasi dan Raker Barisan Relawan Penggerak Desa (BRIGADE) 01 di Gedung Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Jember, Sabtu, 16 Februari 2019.
“Saat saya menemui Presiden beberapa waktu lalu, beliau berpesan agar Jawa Timur harus dipertebal. Karena kekuatan itu ada di Jatim,” ujar Mahfud saat dikonfirmasi wartawan usai deklarasi.
Baca: Di Acara Tablig Akbar, Ma’ruf Amin Sebut NU Selalu Dukung Negara Tanpa Minta Jatah
Mahfud meninta, segala titik kelemahan harus segera diisi oleh para relawan. Dari kampung ke kampung, desa ke desa. Sampai level paling bawah untuk terus diberi pemahaman.
“Karena untuk target sendiri, apalagi dari Jember ini cukup kuat, untuk mendukung Jember. Tinggal mempertebal (perolehan suara) apalagi dulu pada tahun 2014 (Pilpres), kita menang. Aura kemenangan terasa kuat kok,” ujar Mantan Kapolda Jatim ini.
Apalagi didukung partai, bupati dan pimpinan DPRD, lanjutnya, yang semuanya koalisi untuk memenangkan Jokowi-Amin. “Pak Jokowi Jelas hasilnya, didukung partai yang jelas, tinggal perkuat lah. Untuk kampanye pun, boleh kok tiap Sabtu dan Minggu, bupati dan pimpinan DPRDnya,” tandasnya.
Lebih jauh, Mahfud menyebut, beberapa daerah menjadi atensi untuk mempertebal target perolehan suara di wilayah Jawa Timur. “Yakni wilayah Mataraman, Jember beberapa titik, Bondowoso, dan Madura juga sudah,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua BRIGADE 01 Jember Ayub Junaidi menyampaikan, pihaknya sudah komitmen dan siap untuk mendukung Jokowi-Amin menang dalam Pilpres 17 April mendatang.
“Upaya kami, di tiap TPS ada relawan. Totalnya ada 7.666 orang dan siap untuk kemenangan Jokowi,” tandasnya.
Machfud meminta doa dan dukungan agar Jember dan Indonesia semakin maju ke depan di bawah kepemimpinan Jokowi-Maruf. Hal itu dilakukan saat bertemu dengan para ulama di Ponpes Raudlatul Ulum.
“Pilpres ini bukan cuma soal Pak Jokowi, bukan soal Kiai Maruf. Tapi upaya kita menghadang kelompok tertentu yang sedang membajak demokrasi untuk mengingkari NKRI dan Pancasila. Kita harus lawan. Caranya bagaimana? Coblos Jokowi,” ujarnya. (DETIK.com/ROS/DIK)