SUMENEP, koranmadura.com – Sejak diresmikan beberapa tahun lalu, hingga sekarang lantai dua Blok A Pasar Anom Baru Sumenep, Madura, Jawa Timur, masih tampak kosong melompong karena tak diminati oleh masyarakat.
Bahkan, pantauan di lokasi, lantai pasar di sana kotor. Beberapa fasilitas juga tampak mulai rusak, seperti rooling door yang lepas. Lalu, apa yang menyebabkan pedagang enggan menempati kios-kios di lantai dua blok A? Apakah karena pengelolaannya tidak maksimal atau perencanaannya tidak matang?
Ketua Komisi II DPRD Sumenep, Nurus Salam, menduga pasar di sana tak diminati pedagang untuk berjualan, salah satunya, karena di lantai dua tidak ada tempat parkir yang memungkinkan pengunjung datang ke sana dengan kendaraannya.
Baca: Lantai Dua Blok A Pasar Anom Tetap Kosong Melompong, Ini Kata Komisi II DPRD Sumenep
“Karena pembeli itu ketika mau naik agak sulit. Namun jika ada parkir di lantai II, maka orang akan mudah saat akan naik maupun turun. “Seandainya parkir di lantai dua itu ada, mungkin akan menggugah orang-orang untuk menempatinya,” ujar Oyuk, sapaan akrab Nurus Salam.
Untuk itu, dia meminta Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep untuk berkoordinasi dengan BPRS, selaku pengelola, terus koordinasi agar pasar tersebut ada manfaatnya untuk masyarakat.
Selanjutnya, pengelola juga harus membuat terobosan baru. “Ke depan pengelola pasar harus mencari cara baru supaya sarana yang ada bisa betul-betul bermanfaat kepada masyarakat Sumenep, khususnya yang mau berdagang,” tambahnya. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)