PAMEKASAN, koranmadura.com – Rencana pembangunan Water Treatment Plant (WTP) atau pengelolaan air bersih di wilayah Pantura, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dipastikan gagal terealisasi tahun ini. Pasalnya, tender senilai Rp 24 miliar tersebut masih tahap kajian Kementerian PUPR.
Diketahui, WTP merupakan alat pengelolaan air dari kualitias baku air menjadi air bersih yang layak dikonsumsi. Lahan yang akan digarap WTP oleh pemerintah terlerak di Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan.
Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, pembebasan lahan WTP di Desa Kapong sudah tuntas sejak tahun 2016 silam.
Bahkan, kata dia, seluruh dokumen perizinan yang berkiatan dengan pembangunam WTP di desa Kapong sudah selesai. “Saat ini kami masih menunggu hasil kajian dari Kemen PU, karena lahannya sudah ada, kemungkinan besar dibangun tahun 2020,” kata Agoes Abchtiar, Selasa, 26 Februari 2019.
Rencanya, pengelolaan air di Desa Kapong akan dialirkan ke Kecamatan Pasean. “Kami menargetkan seribu kepala keluarga (KK) yang memanfaatkan air bersih hasil produksi WTP,” terangnya. (RIDWAN/ROS/VEM)