SAMPANG, koranmadur.com – Kasus pelaporan dugaan kelalaian terkait pelayanan RSUD Sampang, yang menyebabkan meninggalnya Saffiera Nawal Izza (5), pasien DBD asal Dusun Baban, Desa Pangelen, Kecamatan Sampang, terus berlanjut. Pihak pelapor telah dimintai keterangan polisi setempat, Kamis, 31 Januari 2019 kemarin.
“Kamis, 31 Januari kemarin kami diperiksa penyidik polres atas laporan kami terhadap pihak RSUD,” tutur Nurul Hayati kepada koranmadura.com melalui sambungan teleponnya, Jumat, 1 Februari 2019.
Baca: Diduga Lalai Tangani Pasien, RSUD Sampang Dilaporkan ke Polisi
Pemeriksaan yang dilakukan penyidik terhadap pihak keluarga meliputi semua kronologi kejadian, obat yang diberikan, pelayanan hingga keponakannya meninggal dunia. Bahkan pihaknya mengaku menjawab kurang lebih sebanyak 8 lembar pertanyaan yang disodorkan.
“Dari pihak keluarga korban ada tiga orang yang diperiksa, saya selaku bibi, ayah korban dan pendamping korban. Setiap orang diperiksa kurang lebih empat jam lamanya,” ujarnya.
Pihaknya berharap, dari hasil pemeriksaan, polisi segera mengusut dugaan kelalaian rumah sakit yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat Sampang.
“Polisi segera menggelar perkara ini, dan apabila masih dibutuhkan keterangan pihak keluarga, kami semua siap memberikan kesaksian. Kamk berharap polisi tidak tebang pilih,” harapnya.
Sementara Kasatreskrim Polres AKP Hery Kusnanto SH melalui Kanit PPA Ipda Safriwanto membenarkan jika saksi pelapor atas dugaan kelalaian pihak rumah sakit sudah dimintai keterangan.
“Saat ini masih proses meminta keterangan saksi pelapor, nanti menyusul dari pihak terlapor,” terangnya. (MUHLIS/ROS/VEM)