SUMENEP, koranmadura.com – Satuan Reserse Narkoba Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, meringkus Abd. Rahem. Warga Dusun Opelan, Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, saat melakukan transaksi sabu di rumahnya.
“Dia diamankan di ruang tamu rumahnya pada, Senin, 18 Februari 2019 sekira pukul 19.00 Wib,” kata AKP. Moh. Heri, Kasubbag Humas Polres Sumenep, Selasa, 19 Februari 2019.
Dikatakan, penangkapan itu dilakukan atas informasi dari masyarakat jika Rahem saring mengkonsumsi dan transaksi sabu dirumahnya.
Setelah dilakukan penyelidikan secara intensif dan mendapatkan informasi jika terlapor sedang melakukan transaksi di rumahnya, petugas langsung melakukan penggerebekan. “Saat itu posisi terlapor sedang duduk diruang tamu,” jelasnya.
Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa dua poket/kantong plastik klip kecil berisi Narkotika jenis sabu berat kotor masing-masing ± 0,30 gram, 036 gram, dengan berat keseluruhan ± 0,66 gram, satu buah plastik klip kecil kosong sebagai bungkus sabu, dua buah pipet kaca, satu buah dompet kecil warna hitam sebagai tempat menyimpan sabu dan seperangkat alat hisap terdiri dari : 1 (satu) buah bong terbuat dari botol kaca yang pada tutupnya terdapat dua lubang masing-masing tersambung dengan potongan sedotan plastik warna putih dan 1 (satu) buah pipet kaca yang didalamnya terdapat sisa shabu.
Selain itu, polisi juga mengamankan satu buah sendok sabu terbuat dari potongan sedotan warna putih, satu buah korek api gas warna merah sebagai kompor dan satu buah Hp merk Nexcom warna silver kombinasi merah.
Setelah ditunjukkan, Rahem mengakui barang tersebut merupakan miliknya. Sehingga barang bukti beserta pemiliknya diamankan di Mapolres Sumenep. Saat ini pria kelahiran Sumenep, 16 November 1982 itu telah ditetapkan sebagai tersangka.
Akibat perbuatannya Rahem dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subs. Pasal 112 ayat (1) Undang-undang, Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Kami telah melkukan tes urine terhadap tersangka, dan memeriksa BB ke Labfor Polda Jatim. Saat ini kami terus melakukan penyelidikan guna mencari pelaku lain,” tegasnya. (JUNAIDI/ROS/VEM)