PAMEKASAN, koranmadura.com – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Badrut Tamam, mengklarifikasi sejumlah pihak yang keberatan ketika Stadion Glora Ratu Pamellingan (SGRP) digunakan sebagai tempat haul akbar.
Klarifikasi itu disampaikan Badrut Taman setelah sejumlah pihak menuding kendaraan yang masuk ke stadion merusak rumput lapangan.
“Jadi begini, saya luruskan, yang pertama tentang stadion. Di Stadion Deltras Sidoarjo juga pernah dipakai acara istigasah berkali-kali. Di Stadion Gelora Bung Karno, kemarin juga dipakai oleh muslimat, dipakai acara Bu Khofifah. Itu yang masuk ke dalam lapangan tersebut bukan hanya mobil biasa loh, yang masuk itu mobil trailer, saya tanya ke temen-temen sekarang ada enggak yang seramai Pamekasan. Nah berarti ada something wrong (sesuatu yang salah) ada sesuatu yang distorsi di sini,” katanya, Rabu, 20 Maret 2019.
Dijelaskan Badrut, mobil yang masuk ke SRGP merupakan mobil pribadi dan bukan mobil dengan muatan berat. Pihaknya mempertanyakan sorotan masyarakat yang dialamatkan kepada pemerintah tersebut.
“Artinya apa kok dipermasalahkan? Di Pamekasan justru banyak yang protes. Berarti mereka itu lebai,” ujarnya. (SUDUR/ROS/VEM)