SUMENEP, koranmadura.com – Anggaran puluhan miliar di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur selama dua tahun tidak terserap. Kondisi tersebut mendapat respons dari Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Yayak Nurwahyudi.
Pihaknya mengaku heran, sebab sudah dua tahun anggaran tersebut tidak terealisasi. Padahal, program hibah itu sudah ada penerimanya.
Mestinya kata dia, tidak ada alasan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak merealisasikan.
“Seharusnya ada pola hubungan timbal balik, ketika data (penerima) ada, (harusnya) kemudian ada semangat dari Dinas (pengguna anggaran), untuk membantu penataan adminitrasi (penerima),” tegasnya.
“Seharusnya ada pola hubungan timbal balik karena data ada, ada semangat dari Dinas membantu adminitrasi disitu, ketika itu by name by adress sudah ada,” katanya.
Sebenarnya kata dia, Pemerintah Daerah menunggu semangat Dinas untuk merealisasikan anggaran tersebut, hanya saja upaya tersebut kembali gagal. “Sebenarnya di 16 (2016), 17 (2017), 18 (2018) ditunggu, tapi selalu tertunda,” jelasnya.
Meski realisasi bantuan tersebut selalu tertunda kata Yayak, anggaran hibah itu tidak hangus. “Dianggarkan kembali di 2019 ini, semoga saja terealisasi,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, pada tahun 2017 sekitar Rp 5,3 miliar anggaran hibah yang tidak terserap. Kemudian anggaran tersebut kembali dianggarkan pada tahun 2018 sebesar Rp 4,5 miliar. Hanya saja anggaran tersebut kembali tidak terserap. Hingga akhir tahun anggaran 2018, serapan anggaran di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan hanya sekitar 4 persen lebih. Kondisi itu terkecil dibandingkan serapan di organisasi perangkat daerah (OPD) lain. (JUNAIDI/SOE/DIK)