TOKYO, koranmadura.com – Seorang perempuan Jepang berumur 116 tahun dinobatkan sebagai manusia tertua di dunia oleh Guinness World Records. Lembaga pencatat rekor dunia itu secara resmi mengakui Kane Tanaka sebagai manusia tertua di dunia yang masih hidup.
Pengakuan Guinness World Records itu dilakukan bertepatan dengan perayaan yang digelar di sebuah panti jompo tempat dia tinggal di Fukuoka, sebelah barat daya Jepang. Keluarganya dan wali kota hadir dalam perayaan itu.
Seperti diberitakan media AP, Sabtu, 9 Maret 2019, Tanaka dilahirkan pada 2 Januari 1903 sebagai anak ketujuh dari delapan bersaudara. Perempuan itu dipersunting oleh Hideo Tanaka pada tahun 1922 dan memiliki empat anak serta mengadopsi seorang anak lainnya.
Tanaka biasanya bangun pagi setiap pukul 6 dan salah satu kegemarannya adalah belajar matematika. Dia telah tinggal di panti jompo sejak tahun 2005.
Sebelumnya, gelar manusia tertua di dunia juga dipegang oleh perempuan Jepang, Chiyo Miyako, yang meninggal dunia pada usia 117 tahun. Gelar manusia tertua di dunia sebelum Miyako juga dipegang oleh warga Jepang.
Orang Jepang cenderung menunjukkan umur panjang dan mendominasi daftar orang tertua di dunia. Otoritas Jepang pertama kali mulai mengumpulkan data tentang mereka yang pernah hidup lebih dari 100 tahun pada tahun 1965 dan saat itu hanya ada 153 orang.
Baru-baru ini, Kementerian Kesehatan Jepang mengumumkan bahwa jumlah warga Jepang yang lebih tua dari 100 tahun telah meningkat menjadi 69.785 orang pada tahun 2018. Dari jumlah itu, lebih dari 88 persen adalah perempuan.
Jepang diketahui memiliki centenarian (orang yang telah hidup 100 tahun) per kapita paling banyak dibanding negara lain di dunia. Menurut Pew Research Center, ada 4,8 centenarian untuk setiap 10.000 orang di Jepang. (DETIK.com/ROS/DIK)