PONOROGO, koranmadura.com – Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo, Jawa Timur, kebanjiran. Air setinggi 1 meter menggenangi kantor yang berada di Jalan Trunojoyo ini. Akibatnya sejumlah data penting di CPU komputer hilang.
“Total ada 5 CPU yang rusak,” tutur Divisi Pengawasan Humas Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Ponorogo Juwaini saat dihubungi, Kamis, 7 Maret 2019.
Menurutnya, di dalam CPU memang terdapat data penting mulai dari temuan pelanggaran selama masa pemilu 2019 ini, Surat Pertanggungjawaban (SPJ) serta dokumen penting lainnya. “Ya hilang, soalnya CPU rusak,” imbuh dia.
Saat disinggung apakah data yang hilang tersebut mempengaruhi proses pemilu ini, Juwaini menegaskan, tidak akan berpengaruh ke proses pemilu. “Aman, nggak berpengaruh (pemilu),” tegasnya.
Karena, lanjut Juwaini, data tersebut ada backup-an. Sebab, selama ini jika ada temuan pelanggaran selalu dikirim dalam bentuk softcopy baik melalui email maupun disimpan di dalam hardisk. “Masih aman, ada copy-annya lain. Di email kan ada,” papar dia.
Hingga saat ini, kantor Bawaslu masih terendam air. Para petugas Bawaslu pun bingung dengan kejadian banjir ini. Pasalnya, baru pertama kali banjir terjadi. “Saya bingung ini, mau ke kantor gimana. Air masih tinggi, tapi mudah-mudahan segera surut,” tukasnya. (DETIK.com/ROS/VEM)