SAMPANG, koranmadura.com – Terhitung 40 hari setelah dilaporkan ke Mapolres Sampang, Madura, Jawa Timur, penanganan kasus dugaan kelalaian RSUD Mohammad Zyn terhadap Safira, bocah berusia lima tahun, asal warga Desa Pengilen, Kecamatan Sampang dipertanyakan oleh pelapor yang tak lain adala bibi korban.
“Sekrang sudah 40 hari meninggal Safira. Kami sekeluarga berharap, meninggalnya Safira bisa diungkap. Karena meninggalnya Safira terindikasi akibat kelalaian pihak rumah sakit,” harapnya, Jumat, 8 Maret 2019.
Baca: Diduga Lalai Tangani Pasien, RSUD Sampang Dilaporkan ke Polisi
Sementara Kasubag Humas Polres Sampang, Ipda Uji Eko Waluyo mengklaim laporan kasus dugaan kelalaian pihak RSUD Mohammad Zyn terus berlanjut. Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dengan dilakukan beberaa pemanggilan dari pihak rumah sakit.
“Laporan keluarga Safira tetap berjalan. Sekarang masih dalam tahap penyelidikan,” tuturnya.
Bahkan kata Ipda Puji sapaan akrabnya menegaskan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap tiga orang dari pihak rumah sakit, diantaranya dokter DPJP atau dokter spesialis anak. Kemudian dokter pengganti di ruangan ICU dan terakhir Kepala Ruangan UGD untuk dimintai keterangan.
“Surat pemanggilan sudah dikirimkan, minggu depan pemanggilannya. Jadi mohon sabar, kasus ini merupakan atensi pimpinan bahwa polres tetep inten untuk mengungkapnya,” pungkasnya.
Diketahui, Safira merupakan pasien DBD yang dirawat di RSUD Mohammad Zyn. Karena pasien tak kunjung membaik, kemudian pasien dipindah ke ruang ICU guna mendapat pelayanan intensif.
Akan tetapi setelah berada di ruang ICU, Safira sempat mengalami kejang-kejang disertai mulut berbusa. Pihak Rumah sakit terindikasi tak melakukan penangangan saat Safira sekarat. Bahkan saat itu, ayah Safira pontang panting meminta bantuan kepada petugas, agar dokter yang berada di ruang UGD untuk mengeceknya, namun tidak dihiraukan. (MUHLIS/SOE/DIK)