TRENGGALEK, koranmadura.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur memastikan proses pengawasan tahapan pemilu di Trenggalek tetap berjalan, meskipun sebelumnya ada aksi penutupan sekretariat di kecamatan.
“Ini saya ke sini untuk memastikan terkait pemberitaan kemarin, katanya panwascam mogok kerja, itu tidak benar, pengawasan tetap jalan dan ternyata hanya sebagian yang melakukan aksi, sisanya menyerahkan ke Bawaslu,” kata Plt Kepala Sekretariat Bawaslu Jatim, Mulyanto, Jumat, 22 Maret 2019.
Baca: Kecewa Kinerja Sekretariat Bawaslu, Panwascam Mogok Ngantor
Terkait tuntutan penggantian Koordinator Sekretariat Bawaslu Trenggalek oleh jajaran panwascam maupun Bawaslu Trenggalek sendiri, pihaknya memastikan tidak akan melakukan pergantian saat ini, mengingat proses pelaksanan pemilu tinggal beberapa hari lagi.
“Ini kan tahapan tinggal beberapa hari lagi, kalau kita lakukan pergantian seperti SK bupati sepertinya tidak mungkin, apalagi butuh proses lama,” ujarnya.
Namun pihaknya memastikan akan memperhatikan aspirasi dari jajaran di tingkat, hanya saja proses pelaksanaan penggantian korsek dan bendahara kemungkinan besar baru bisa direalisasikan setelah tahapan-tahapan pemilu selesai. “Coba kita ikuti apa yang diinginkan, tapi prosesnya selesai dulu sampai 17 April,” imbuhnya.
Pihaknya mengakui ketidakharmonisan antara Bawaslu Trenggalek serta panwascam terhadap korsek dan bendahara lama berpotensi menimbulkan terganggunya pola komunikasi.
Untuk itu Kepala Sekretariat Bawaslu Jatim ini mengaku akan melakukan pemantauan khusus terhadap kinerja jajaran di Trenggalek. Apabila dalam beberapa hari ke depan sistem kerja tidak jalan maka pihaknya akan mengambil tindakan. “Saya tidak ada tendensi apa-apa terkait ini,” kata Mulyanto.
Sementara itu Komisioner Bawaslu Jatim, Eka Rahmawati yang ikut hadir dalam pertemuan dengan sejumlah panwaslucam di Trenggalek, berharap pada masa menjelang pelaksanaan pemilu, seluruh organ bawaslu bekerja maksimal dan profesional.
“Pasti akan ada kendala komunikasi, tapi ya profesional saja,” ujarnya.
Sebelumnya, panwascam di Trenggalek menggelar mosi tidak percaya kepada Koordinator Sekretariat dan Bendahara Bawaslu Trenggalek, karena dinilai tidak profesional dan kurang transparan dalam menjalankan tugas. Dalam aksinya para pengawas kecamatan melakukan aksi penutupan kantor dan menolak untuk ngantor sebelum tuntutan penggantian korsek dipenuhi. (DETIK.com/ROS/DIK)