PAMEKASAN, koranmadura.com – Lagi-lagi warga kurang mampu di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur hidup sebatang kara. Warga tersebut bernama Mar’arh (62), warga Dusun Morsokon, Desa Campor, Kecamatan Proppo.
Sebelumnya, juga ada beberapa warga yang hidup sebatang kara dan tak tersentuh oleh program pemerintah.
Kepada koranmadura.com, Mar’ah yang tinggal di rumah gedek tersebut mengakui tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah meski dirinya sudah mengalami sakit selama empat tahun.
“Untuk pengobataan harus bayar memakai uang sendiri, itupun terbatas sedangkan bantuan dari pemerintah tidak ada nak,” jelas Mar’ah, Selasa, 4 Maret 2019.
Selama menderita sakit, Mar’ah tidak bisa bekerja, ia hanya menggantungkan hidupnya dari bertani. “Saya dan keluarga tak punya jaminan kesehatan dari pemerintah,” tambahnya mengakui.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Sosial, Saiful Anam mengatakan kalau pendataan masayarakaat miskin tidak lagi dilakukan pemerintah daerah, tetapi oleh Kementrian Sosial. “Jadi kita ini sebagai pengguna data saja,” dalihnya.
Meski demikian, kalau ada kejadian di luar BDT Kemensos, pihaknya tidak akan tinggal diam dengan cara memberikan bantuan. “Bantuan kemanusiaan, kemudian berkoordinasi dengan pemerintah agar diusulkan masuk BDT,” pungkasnya. (SUDUR/SOE/DIK)