SUMENEP, koranmadura.com – Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam beberapa tahun terakhir tidak stabil. Bahkan tahun lalu, jumlah penduduk miskin di kabupaten paling tinur Pulau ini mengalami peningkatan.
Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, mengungkapkan, laju pertumbuhan ekonomi di daerahnya tidak stabil sejak 2014 lalu. “Sejak 2014 sampai 2018 laju pertumbuhan ekonomi Sumenep tidak stabil,” katanya.
Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu, laju pertumbuhan ekonomi menjadi tidak stabil bisa karena beberapa hal. Di antaranya ialah ketidakstabilan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam beberapa tahun. Termasuk nilai tukar rupiah.
Di samping itu, wilayah Sumenep yang terdiri dari daratan dan kepulauan juga menjadi faktor lainnya. Menurutnya, distribusi barang ke wilayah kepulauan juga berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi Sumenep.
“Sebagaimana kita tahu, Sumenep ini terdiri dari banyak pulau. Di satu sisi itu menjadi bagian dari kekayaan kita, tapi di sisi lain juga menjadi tantangan dalam memimpin pemerintahan yang ada di Kabupaten Sumenep,” tambahnya.
Selebihnya, Bupati mengungkapkan, tahun lalu pertumbuhan ekonomi Sumenep mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Sumenep ialah 5,27 persen. Sementara di 2017 5,11 persen.
Hanya saja, dalam periode yang sama jumlah pendiduk miskin di Sumenep justru naik. Di tahun 2017 angka kemiskinan 19,62 persen, naik menjadi 20,16 persen di tahun 2018. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)