DENPASAR, koranmadura.com – 20 warga desa di Kecamatan Karangasem, Bali, dilaporkan mengungsi karena panik saat terjadi erupsi susulan Gunung Agung. Sebagian warga mengungsi ke kantor desa.
“Ada warga dari Pucang geser sebanyak 20 orang karena merasa ketakutan. Ada yang ke rumah saudaranya sempat juga ke kantor desa,” kata Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa ketika dimintai konfirmasi, Kamis, 28 Maret 2019.
Arimbawa mengatakan, saat ini seluruh warga Desa Pucang tersebut sudah diatensi perangkat desa setempat. Dia mengimbau warga agar selalu waspada.
“Masyarakat yang bergeser sebanyak 20 orang karena mengalami ketakutan sudah diatensi Perbekel Ban dan Camat Kubu dan petugas BPBD sedang dalam perjalanan ke lokasi. Hasil koordinasi langsung dengan petugas pos pengamat bahwa kondisi Gunung Agung masih pada level III (siaga),” terangnya.
Erupsi Gunung Agung terjadi pukul 18.25 Wita. Tinggi kolom abu tidak teramati, namun suara gemuruh terdengar sampai pos pengamanan.
“Erupsi magmatif eksplosif biasa terjadi dengan kondisi gunung api agung saat ini, masyarakat diharapkan tenang dan tetap waspada,” jelas Arimbawa.
Dia mengimbau warga agar selalu menggunakan masker dan menjauhi zona bahaya. Berikut imbauannya:
1. Untuk tetap tenang dan waspada serta selalu mendengarkan informasi yang resmi atau dari pemerintah.
2. Apabila melaksanakan aktifitas luar rumah bagi desa-desa yang terdampak, agar menggunakan masker, topi, kacamata, baju lengan panjang.
3. Menutup cubang atau sumber-sumber air lainnya agar tidak kemasukan abu.
4. Apabila memberikan pakan ternak, agar membersihkan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak-ternaknya (rumput maupun pakanan dedaunan lainnya). (DETIK.com/ROS/VEM)