SUMENEP, koranmadura.com – Penyelidikan kasus dugaan penyerobotan lahan di lokasi pengeboran sumur eksplorasi ENC-02 PT Energi Mineral Langgeng (EML) Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi terus berlanjut. Bahkan, untuk mendalami kasus yang dilaporkan tahun 2018 itu, penyidik Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur telah memeriksa sebanyak lima saksi.
“Ada lima saksi yang telah diperiksa,” kata AKP. Moh. Heri, Kasubbag Humas Polres Sumenep, Sabtu, 2 Maret 2019.
Kelima saksi yang diperiksa itu salah satunya Kepala Desa Tanjung, Pihak PT EML dan juga dari ahli waris pemilik lahan yang saat ini sebagai lokasi pemboran sumur eksplorasi ENC-02 PT Energi Mineral Langgeng (EML) itu. “Kalau PT Ibra masih belum,” jelasnya.
PT Inti Bhakti Rahayu Abadi (IBRA) mengklaim sebagai lembaga yang menguasai lahan. Sementara PT EML merupakan perusahaan KKKS yang bergerak dibidang minyak dan gas (Migas).
Meski telah melakukan pemeriksaan, namun penyidik belum menemukan unsur pidana. “Masih belum,” jelasnya.
Salah satu kesulitan yang dialami penyidik saat ini kata dia, karena terkadang saksi dan barang bukti. “Kesulitannya sebenarnya di saksi dan bukti-bukti, sekarang masih dicari. Proses itu bisa cepat jika saksi dan bukti-bukti ada. Saat ini kita masih dicari,” tegasnya.
Kasus dugaan penyerobotan lahan pengeboran sumur eksplorasi ENC-02 PT Energi Mineral Langgeng (EML) Desa Tanjung, Kecamatan Saronggi, dilaporkan oleh ahli waris pada 2018 lalu, dengan surat Bukti Laporan Polisi (LP) dengan nomor LP/233/VIII/2018/JATIM/RES.SMP.
Dalam LP itu, PT Energy Meneral Langgeng (EML) di laporkan ke Mapolres oleh M. Andi Suryanto, SE. PT EML diduga menguasai lahan dengan nomor Kohir 1272 miliknya tanpa izin. PT EML merupakan perusahaan swasta yang bergerak dibidang perusahan minyak bumi dan gas (Migas).
Dalam laporan itu, PT EML juga diduga “menyerobot” lahan milik Suwarto dengan nomor Kohir 676. Sehingga, perusahaan itu diduga melanggar pasal 6 ayat 1 UU RI nomor 51/Prp/1960. (JUNAIDI/SOE/VEM)