SAMPANG, koranmadura.com – Dengan track record yang kurang bagus mengenai pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) pada 2018 lalu, Kepolisian Resor (Polres) Sampang, Madura, Jawa Timur, berencana mengerahkan sebanyak 8.317 personel untuk pengamanan Pemilu yang akan berlangsung 17 April mendatang.
Hanya saja, Kabag Ops Polres Sampang, Kompol Sulardi, mengakui bahwa, untuk mengerahkan petugas keamanan sebanyak itu, pihaknya masih kekurangan 5.083 personel, baik dari unsur TNI maupun Linmas.
“Kekurangan personel ini, khususnya yang dari unsur Polri, sudah kami sampaikan ke Mapolda Jatim. Sekarang masih menunggu jawaban,” katanya, Sabtu, 16 Maret 2019.
Penyebaran personel itu nantinya akan berdasarkan pola kerawanan tempat pemungutan suara (TPS). Pola kerawanan TPS itu digolongkan menjadi tiga, yakni TPS kurang rawan (aman), rawan, dan sangat rawan.
Berdasarkan pemetaan pihaknya, di Sampang TPS yang masuk kategori kurang rawan ada sebanyak 982. Sedangkan yang rawan dan sangat rawan masing-masing secara berurutan ialah 2.384 dan 326. Lokasi kerawanan TPS itu tersebar di 14 Kecamatan.
“Nah untuk TPS yang aman ini jumlah personelnya sebanyak 2.160. Sedangkan yang rawan jumlahnya 5.387 dan sangat rawan 770. Yang jelas tingkat kerawanan TPS, di semua Kecamatan ada, dan kami masih melakukan update pemetaan mengikuti perkembangan situasi hingga pelaksanaan Pemilu nanti, karena kemungkinan ada perubahan,” terangnya.
Untuk menjadikan Pemilu yang bekualitas, aman dan kondusif, pihaknya berharap kepada masyarakat agar bersama-sama mengawal pelaksanaan Pemilu 2019 yang meliputi pemilihan DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, DPD, dan Pilpres. (MUHLIS/FAT/VEM)