SUMENEP, koranmadura.com – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo kerap mendapat serangan dari pihak luar perihal keislamannya, bahkan tak jarang Jokowi dinilai anti Islam dan antek asing. Termasuk predikit PKI dialamatkan kepada dirinya.
Baca: Kiai Asep Heran Masih Ada yang Istikharah dalam Menentukan Pilihan dalam Pilpres Mendatang
Atas dasar itulah, Ketua Jaringan Kiai-Santri Nasional (JKSN) Prof. KH. Asep Saifuddin Chalim, MA heran atas kampanye negatif yang dialamatkan kepada Jokowi. Padahal menurut Kiai Asep, Jokowi itu adalah Islam yang taat. Terbukti, Jokowi salat dan membayar zakat. Bahkan salatnya sangat fasih.
“Katanya Jokowi anti Islam lah, Jokowi antek asing lah, dan bahkan katanya pak Jokowi itu PKI. Padahal saya melihat dengan mata kepala sendiri di Masjidil Haram bagaimana beliau salat,” kata Kiai Asep dalam acara Doa Bersama dengan ribuan guru ngaji di Pondok Pesantren Al Ikhlas, Tambak Agung, Ambunten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis, 14 Maret 2019 .
Bahkan Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Pacet Mojokerto ini menegaskan seranga-serangan negatif yang dialamatkan kepada Jokowi tidak benar. Kemudian, ia membeberkan bukti saat Jokowi berada di Mekkah bersama dengan KH. Hasyim Muzadi. Di sana Bapak Jokowi sedang melaksanakan salat.
“Dari jarak 3 meter saya melihat beliau sujud dengan jari-jari kaki menghadap kiblat, beliau duduk di antara dua sujud dengan duduk iftirosy, dan kemudian duduk tahiyat akhir dengan dusuk tawarruk. Nah yang begitu-begitu itu tidak mungkin dilakukan oleh orang yang tidak belajar salat dengan baik. Itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang belajar dengan baik ilmu agama layaknya santri,” terang beliau.
Selain juga membeberkan soal bukti Jokowi salatnya fasih, Kiai Asep juga memberikan testimoni soal Jokowi yang rutin mengeluarkan zakat setiap tahun.
“Tidak perlu saya terangkan panjang lebar soal zakat beliau. Sebab para hadirin pasti sudah melihat sendiri di televisi. Presiden Jokowi secara rutin tiap tahun mengeluarkan zakatnya,” katanya.
Atas bukti-bukti konkret itu, Kiai Asep pun mengaku heran terhadap orang-orang mencoba menjelek-jelekkan Jokowi. Termasuk Kiai Asep juga terkejut melihat cara salat Jokowi yang fasih.
“Saya heran, dimana Jokowi belajar tentang salat dan zakat ini. Ternyata saya temukan dalam Alquran bahwa menjadi pemimpin itu haruslah mendirikan salat dan menunaikan zakat,” lanjutnya sembari mengutip surat Al-Maidah ayat 55:
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ
Kemudian Kiai Asep membeberkan bukti soal penyesalan Mahfud MD yang bergabung dalam timses Prabowo pada 2014 lalu. “Di lain sisi saya ingin sampeyan semua tahu bahwa suatu hari saya kedatangan tamu orang Madura. Namanya Mahfud MD. Saat itu ada saksinya. Kepada saya beliau mengungkapkan bahwa beliau menyesal telah menjadi tim sukses Prabowo pada pilpres 2014 lalu karena ternyata dia gak salat,” kisah Kiai Asep. (SOE/VEM)