PAMEKASAN, koranmadura.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mencatat sebanyak 25 balita di Pamekasan mengalami gizi buruk sepanjang tahun 2019.
Paling banyak balita yang mengalami gizi buruk ada di wilayah Kecamatan Tlanakan, yakni 9 balita, Kowel Pamekasan 5, Proppo dan Palengaan masing-masing 4, Galis 2, dan Kecamatan Pegantenan sebanyak 1 balita gizi buruk.
Sekretaris Dinkes Pamekasan, Ali Maksum mengatakan, balita penderita gizi buruk tersebut mendapatkan perawatan intensif dari dokter. Saat ini, tersisa empat balita yang belum sembuh.
“Dari jumlah 25 penderita itu yang belum sembuh sebanyak 4 orang, untuk tahun ini belum ada laporan,” kata Ali Maksum, Minggu,14 April 2019.
Menurutnya, indikator gizi buruk bisa dilihat dari berat badan yang tidak sesuai dengan umur bayi, badan kurus, dan rambut pirang seperti bulu jagung.
“Untuk mengantisipasi gisi buruk orang tua harus menjaga kesehatan anak dan memberikan asupan gizi yang maksimal,” pungkasnya.(RIDWAN/SOE/VEM)