SUMENEP, koranmadura.com – Warga di Sumenep antusias mengikuti pasar sembako murah yang digelar Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) yang berlangsung di dua lokasi, yakni Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding dan di Desa Campaka, Kecamatan Pasongsongan, Rabu kemarin, 10 April 2019.
Terbukti, ratusan warga memadati lokasi meski kegiatan belum dimulai. Ratusan paket sembako yang telah disiapkan pun ludes terjual dalam waktu singkat.
Salah seorang pembeli sembako murah, Haniya mengaku sangat berterimakasih kepada Pak Jokowi dan para relawannya. Sebab, dengan kegiatan tersebut dirinya bisa terbantu. Selain itu, dia menilai kegiatan tersebut sangat bagus.
“Kalau membeli beras, minyak dan gula itu biasanya tidak cukup dengan 10 ribu. Tapi karena para relawan ini, Alhamdulillah dengan uang Rp 10 ribu bisa belanja banyak,” ungkapnya, sembari tersenyum.
Sementara Ketua Samawi Sumenep, Kiai Husnan A Nafi’ mengungkapkan, setidaknya ada 500 paket sembako yang diobral oleh para relawan pada kesempatan tersebut. Per paket sembako, harganya hanya Rp 10 ribu rupiah. Sementara pembeli paket sembako tersebut akan mendapatkan keuntungan senilai Rp 50 ribu rupiah.
“Isinya ada minyak, beras, gula. Per paket sembako murah ini harganya 60 ribu dan pembeli cukup membayar 10 ribu saja sudah bisa membawa pulang paket,” katanya.
Selain dengan pasar murah sembako, para relawan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin ini juga tak lupa mengajak para peserta yang hadir untuk tidak golput pada Pemilu 2019. Menurutnya, kegiatan tersebut juga sebagai upaya mendorong program kartu sembako murah yang diusung oleh pasangan nomor urut 01.
“Program sembako murah yang dicanangkan oleh Pak Jokowi untuk periode selanjutnya kita sambut dengan suka cita dan patut kita lanjutkan, dua periode,” terangnya.
Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak ragu untuk memenangkan pasangan capres cawapres nomor urut 01. Sebab keterwakilan ulama hanya ada di pasangan Jokowi-Ma’ruf. (MADANI/ROS/VEM)