PAMEKASAN, koranmadura.com – Kasus Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy, ternyata tidak berimbas terhadap perolehan suara partai pada Pemilu di Pamekasan. Bahkan, ditengah kasus jual beli jabatan yang menimpa Romy, perolehan suara partai berlambang kakbah tersebut diklaim melonjak drastis dibandingkan Pemilu 2014.
Sekretaris DPC PPP Pamekasan, Muksin Salim mengatakan berdasarkan hasil penghitungan sementara, PPP Pamekasan potensi meraih 13 kursi. Hasil itu meningkatkan dari Pileg 2014 yang hanya meraih 9 kursi.
“InsyaAllah, PPP di Pamekasan dapat 13 kursi pada Pemilu kali ini sesuai penghitungan yang hampir 100 persen rampung,” kata Muksin, Rabu, 23 April 2019.
Menurut Muksin, PPP Pamekasan mendapatkan dua kursi di Dapil 1 (Kota Pamekasa, dan Tlanakan), yakni H Masykur dan Ali Mansur. Dapil 2 (Palengaan dan Proppo) 3 kursi. Nama yang berhak ke parleman yaitu Moammad Sahur, Anwar, dan Fathor Rahman.
Sementara Dapil 3 (Batumarmar, Waru, dan Pasean) Andi Suparto, Muksin, Rasyid Fansyori. Untuk Dapil 4 (Kadur, Pakong, dan Pegantenan) PPP Pamekasan potensi mendapatkan empat kursi, yakni atas nama Ahmadi, Halili, Ainul Yakin, dan Zamakhsari atau Ubaidillah. Dapil 5 (Galis, Larangan, dan Pademawu) hanya satu kursi, yaini Ali Masyku.
Dengan demikian, total 13 kursi dari 45 kursi anggota DPRD Pamekasan berkemungkinan untuk bisa diamankan PPP. “Pemilu 2014 yang lalu, PPP hanya mendapatkan 9 kursi, dan InsyaAllah pada Pemilu 2019 dapat 13 kursi,” pungkasnya. (RIDWAN/ROS/DIK)