SAMPANG, koranmadura.com- Nama Najwa Ameera Kurniawan tiba-tiba menjadi tenar dan dibicarakan banyak orang lantaran siswi SDN2 Ketapang Barat itu meraih medali perak dalam ajang olimpiade matematikan Iternasional di Thailand.
Namun, kerja keras mengharumkan nama baik Sampang di kancah internasional berbanding terbalik dengan kenyataan yang ia terima. Pasalnya, prestasinya itu tidak mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Bahkan, Najwa berangat dan pulang dengan biaya sendiri.
Anehnya lagi, Disdik malah berdalih olimpiade yang diikuti oleh Najwa bukan resmi digelar pemerintah. Tetapi dilaksanakan oleh pihak ketiga atau swasta. Sehingga pihaknya tidak bisa membiayai pelajar berprestasi yang dikirim ke luar negeri.
Baca: Siswi Peraih Medali Perak Olimpiade di Thailand dengan Biaya Sendiri, IPM Sampang Pantas Rendah?
Bupati Sampang, H Slamet Junaidi angkat bicara terkait hal ini. Di tengah Pemerintah Sampang yang disorot, H Idi, sapaan akrabnya tetap mengaku mengaku bangga atas prestasi Najwa Ameera Kurniawan.
Bahkan pihaknya bakal memerintahkan Disdik untuk membantu siswi tersebut. Menurut H Idi, prestasi Najwa patut diapresiasi lantaran telah membuat harum nama Sampang di kancah Internasional. Tak masalah itu digelar resmi atau swasta.
“Pemerintah harus hadir memberikan apresiasi, kalau memang layak diberikan beasiswa dari SD hingga perguruan tinggi. Apresiasi pemerintah bukan harus melihat olimpiade swasta ataupun resmi. Yang terpenting itu yang membawa harum nama baik Kabupaten Sampang,” tegasnya.
Baca: Siswi di Sampang Dapat Perak Olimpiade di Thailand, Ini Tanggapan Pemkab Usai Dapat Sorotan
Diketahui, Najwa Ameera Kurniawan ini sebelumnya pernah meraih medali emas di ajang Topaz Olimpiade Nasional pada Februari 2019 lalu mewakili Provinsi Jatim. Kemudian pernah juga mendapatkan perunggu saat mengikuti JMFC di Jember. Namun, hasil jerih payahnya kurang mendapat respons dari pemerintah setempat. Ia mengikuti olimpiade matematika di Thailand dengan biaya sendiri. (SOE/VEM)