SUMENEP, koranmadura.com – Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) PT Energi Mineral Langgeng (EML) telah lama memulai kegiatan tajak pemboran Sumur Eksplorasi ENC-02, yang terletak di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Sesuai target, kedalaman sumur eksplorasi ini direncanakan mencapai sekitar 9,800 kaki dan akan menembus beberapa jenis lapisan batuan. Perkiraan sementara, kandungan minyak di sumur ENC-02, bisa mencapai sekitar 70 juta barel minyak.
“Ini yang pertama untuk pemboran migas di daratan (Onshore). Kandungannya mencapai 70 juta barel minyak,” kata A. Busyro Karim, Bupati Sunenep, Kamis, 4 April 2019.
Selain memiliki kandungan minyak, juga diperkirakan sangat besar. Itu terlihat saat pembakaran dilakukan beberapa waktu lalu.
“Kalau nanti migas bisa menguntungkan, masyarakat Sumenep juga sejahtera,” ungkapnya.
Sementara skema pembagian hasil kata Bupati, daerah penghasil hanya mendapatkan sebanyak 12 persen untuk jenis gas dan 6 persen dari hasil produksi minyak. Selain itu, sebesar 0,2 persen dialokasikan untuk biaya pendidikan dasar.
“Undang-undang dan PP (peraturan pemerintah) nya seperti itu,” jelasnya.
Mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode itu mengaku sempat mengupayakan kepada Pemerintah Pusat, agar pengelolaan keuangan Migas dikelola oleh Pemerintah Daerah. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Jawabannya (pemerintah pusat), apakah Sumenep yang mau nyerai otang negara, apakah Sumenep mau merdeka, kami yang mengatur meski di Sumenep tempatnya, uangnya pasti mengalir ke seluruh Indonesia,” ungkap Bupati. (JUNAIDI/SOE/VEM)