SUMENEP, koranmadura.com – Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Busyro Karim menyampaikan beberapa hal untuk diperhatikan oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilantik dan diambil sumpahnya, Kamis, 25 April 2019.
Baca: Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Sumenep Dirombak, Ini Daftarnya
Dalam sambutannya, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu menyampaikan bahwa, berbicara birokrasi juga berbicara tentang orang. Karenanya, senantiasa meningkatkan sumber daya manusia (SDM) merupakan keniscayaan.
“Salah satu caranya dengan terus membaca. Peningkatan SDM ini sangat penting karena akan berpengaruh terhadap jalannya roda pemerintahan. Bukan hanya pimpinannya, tapi semua yang ada di birokrasi,” ujar Bupati.
Selanjutnya, mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode itu juga mengingatkan bahwa birokrasi tak bisa lepas dari yang namanya aturan. Karenanya, sebagai birokrat, khususnya para kepada OPD harus paham terhadap aturan agar dalam mengambil kebijakan tidak sampai bertentangan dengan aturan.
“Minimal harus paham terhadap aturan yang berkiatan langsung dengan tugas dan fungsinya. Tapi lebih banyak paham terhadap aturan akan lebih baik. Dan dalam memahami aturan harus dilihat dari banyak sisi sebagai pedoman,” tambahnya.
Di samping menurut Bupati birokrasi juga tak dapat dipisahkan dengan kultur atau tradisi yang tidak sama antara satu daerah dengan daerah lain. “Sebagai birokrat juga harus bisa menghormati kultur yang ada di Kabupaten Sumenep ini,” ujar dia, menambahkan.
“Saya berharap tiga hal tersebut diramu sedemikian rupa. Antara kekuatan SDM, aturan main dan kultur yang ada harus bisa dipadukan agar roda birokrasi di Sumenep dapat perjalanan dengan baik,” harap Bupati. (FATHOL ALIF/ROS/DIK)