PAMEKASAN, koranmadura.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan partai Nasional Demoktasi (NasDem) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mulai bertarung dalam perebutan kursi di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi Kecamatan Kota dan Tlanakan.
PPP dan NasDem sama-sama berpeluang mendapatkan kursi terkhir dari 8 kursi yang diperebutkan para Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Politik (Parpol).
PPP memang sudah mendapatkan jatah 1 kursi di Dapil 1, partai berlambang kakbah tersebut masih potensi mendapatkan dua kursi, tetapi kursi terakhir tersebut masih diperebutkan dengan NasDem.
Kedua partai tersebut bersikukuh sama-sama berhak mendapatkan kursi terakhir berdasarkan C1 yang didapat masing-masing internal partai.
Perebutan kursi tersebut akhirnya berjung demo ke PPK Kecamatan kota Pamekasan, Rabu, 24 April 2019, massa demo diketahui dari massa pendukung Caleg PPP.
Mereka menduga ada penggelembungan suara yang dinilai merugikan jagoannya. Dugaan tersebut terkuak setelah terjadi ketidaksesuaian antara data di plano dengan data di form model A1. Sehingga terjadi penggelembungan data hasil suara.
“Jelas merugikan pihak kami (PPP) Pamekasan khususnya bagi caleg partai kami yakni atas nama Ali Mansur, sebab kami menyakini bahwa Caleg tersebut lolos masuk Parlemen Kursi DPRD. Sehingga total kursi Parlemen DPRD untuk PPP Dapil I sebanyak 2 kursi,” kata Wakil Ketua DPC PPP Pamekasan, Wazirul Jihad, saat melakukan aksi demontrasi ke PPK Kecamatan Kota Pamekasan kemarin.
Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Pamekasan, Hosni, mengakui ada perbedaan data rekap suara yang membuat massa pendukung Caleg PPP memprotes. Perbedaan data itu diakui karena kelalaian PPK.
“Kami mengakui ada kelalaiannya dalam rekap suara sehingga ada perbedaan data,” kata Hosni, Kamis, 25 April 2019.
Kelalaian rekap suara dari PPK Kecamatan Kota Pamekasan itu juga diakui oleh Ketua Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi.
“Terjadi kelalaian yang dilakukan PPK Kota dan kami akan segera mengambil sikap agar persoalan itu menemukan titik rerang,” pungkasnya. (RIDWAN/ROS/DIK)