SAMPANG, koranamdura.com – Pasca dua insiden terjadi pada pelaksanaan Pemilu 2019, situasi di Sampang, Madura, Jawa Timur mencekam. Bahkan Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan menambah 500 personel yang terdiri dari tiga SSK pasukan Brimob Polda Jatim, dua SSK pasukan TNI dan PAM TPS.
“Kami tambah pasukan keamanan di Sampang, agar di beberapa titik yang sempat memanas bisa teratasi,” jelasnya, Rabu, 17 April 2019.
Menurutnya, penambahan ratusan personel pengamanan pemilu 2019 itu akan disebar merata di 14 Kecamatan. Penambahan personel tersebut diharapakan agar masyarakat bisa melaksanakan aktivitas seperti biasanya yaitu aman, lancar dan kondusif.
“Kami tidak membatasi sampai kapan pasukan keamanan berada di Sampang, yang jelas kalau Sampang sudah aman dan kondusif, baru pasukan keamanan akan kami tarik,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, pelaksanaan pemilu 2019 di Kabupaten Sampang diwarnai kekisruhan di dua lokasi seperti di Kecamatan Banyuates dan Robatal.
Di Kecamatan Banyuates, kekisruhan terjadi akibat perebutan mandat saksi hingga berujung penembakan dan pembacokan di Desa Tapaan. Bahkan polisi sudah mnegamankan lima pelaku dan satu senpi. Sedangkan di Kecamatan Robatal terjadi insiden membawa lari kotak surat suara dari TPS 13 di Desa Bappele oleh dua pelaku yang kini sudah diamankan oleh polisi. (Muhlis/SOE/VEM)