SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Barisan Pemuda Pemerhati Masyarakat (BPPM) kembali melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis, 11 April 2019.
Aksi para pemuda ini dalam rangka menolak aktivitas reklamasi pantai untuk kebutuhan tambak udang di Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto. Meskipun per 10 April, tambak tersebut sudah ditutup karena tidak mengantongi izin.
“Pada 10 April kemarin Pemkab Sumenep memang telah resmi menutup tambak udang ilegal yang ada di Kecamatan Bluto. Namun penutupan tersebut masih menyisakan persoalan yang harus dituntaskan oleh pemerintah,” kata koordinator aksi, Abd. Mahmud.
Menurutnya, di antara persoalan yang masih perlu dituntaskan ialah Pemkab Sumenep harus mendesak pihak perusahaan tambak agar memperbaiki dan mengembalikan kondisi pantai yang telah direklamasi.
“Kenapa harus dikembalikan seperti semula? Agar tidak sampai merusak ekosistem dan lingkungan pantai atau laut serta berdampak buruk pada keseimbangan alam,” tegasnya.
Di samping itu, pihaknya juga mendesak pemerintah agar memberikan tindakan lebih tegas, dari sekadar penutupan, kepada pihak perusahaan yang telah membuka tambak udang tanpa mengantongi izin lebih dulu.
“Jika pemerintah hanya melakukan penutupan, apalagi hanya sementara misalnya, maka hal itu tidak akan memberikan efek jera. Bahkan hal ini dikhawatirkan mengundang pengusaha lainnya untuk melakukan hal serupa,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/SOE/DIK)