PAMEKASAN, koranmadura.com – Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengagalkan penyelundupan ponsel dekat kemaluan seorang ibu yang disembunyikan di bagian pembalut.
Itu terungkap setelah petugas melakukan pemerikasaan secara berkala terhadap pengunjung Lapas Pamekasan, baik pengunjung laki-laki maupun perempuan.
Kalapas Pamekasan, M.Hanafi megatakan, aksi nekat seorang ibu itu menyembunyikan ponsel di bagian pembalut untuk mengelabuhi petugas Lapas. Namun, M. Hanafi marahasikan identitas ibu yang diketahui mengunjungi keluarganya di Lapas Pamekasan.
“Kami berhasil mengungkap ibu-ibu yang membawa HP di dalam pembalut kemarin,” kata M.Hanafi saat dikonfirmasi, Selasa, 30 April 2019.
Menurut Hanafi, ponsel yang disembunyikan di bagian pembalut merupakan modus yang terungkap dalam penyelundupan ponsel ke Lapas Pamekasan.
“Mungkin masih banyak modus yang lain yang dilakukan pengunjung, kami terus mendalami penyelundupan ponsel ke Lapas,” ungkapnya.
Hanafi sendiri mengakui petugas masih kesulitas mendetaksi keberadaan ponsel yang digunakan Napi, karena sampai saat ini Lapss Pamekasan belum memiliki alat deteksi.
Kendati itu, kata dia, petugas melakukan pemeriksaan secara menual ke pengunjung dan Napi. “Pemeriksaan pengunjung dan Napi dilakukan secara berkala agar penyelundupan ponsel l bisa terdetaksi,” pungkasnya. (RIDWAN/ROS/VEM)