SAMPANG, koranmadura.com – Najwa Ameera Kurniawan (8), siswi SD peraih medali perak dalam lomba Thailand Internasional Mathematical Olympiad (TIMO) ternyata tidak mendapat dukungan dari pemerintah setempat, dalam hal ini Dinas Pendidikan Sampang, Madura, Jawa Timur. Sang pahlawan cilik yang duduk di kelas 2 SDN2 Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang tersebut ternyata berangkat dan pulang dengan biaya sendiri.
Baca: Siswi di Sampang Dapat Perak Olimpiade di Thailand, Ini Tanggapan Pemkab Usai Dapat Sorotan
“Sangat prihatin dengan lemahnya respons pemerintah kabupaten Sampang melalui Dinas Pendidikan terhadap prestasi yang diraih oleh salah satu putri terbaik Sampang pada event TIMO. Sikap acuh tak acuh yang ditunjukan Disdik sejak awal keberangkatan sampai kedatangannya merupakan bukti nyata kurang pedulinya kepada anak-anak bangsa yang berprestasi,” kata Tamsul, salah seorang aktivis Sampang, Kamis, 10 April 2019.
Padahal kata Tamsul, Najwa telah mengharumkan nama baik Sampang di kancah nasional. Tamsul pun tidak mengerti dengan jalan pikir pemerintah. “Padahal Najwa bisa menjadi ikon dan motivator bagi siswa-siswi lainnya agar terus belajar guna berpacu meraih prestasi,” tutur Tamsul
Menurut Tamsul, kurang respons dan tutup mata terhdap prestasi anak negeri telah menjadi bukti nyata bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sampang memng terendah se-Jawa Timur.
“Kami heran, padahal penganggaran di Disdik Sampang lebih dari Rp 500 miliar setiap tahunnya. Kami berharap kepada disdik agar punya rasa kepedulian untuk peserta didik di Sampang. Karena mereka adalah harapan bangsa dan penentu bangsa ini di masa yang akan datang,” ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kabid Pembinaan SD Disdik Kabupaten Sampang, Achmad Mawardi berdalih kalau pemerintah tidak bisa membiayai Najwa lantaran bukan olimpiade tersebut digelar oleh pihak ketiga atau swasta, bukan resmi pemerintah.
“Itu bukan kegiatan olimpiade resmi atau ada kerjasama dengan Kemendikbud, model seperti ini sekarang banyak di sini, sehingga kami tidak memiliki anggaran untuk membiayainya, Disdik hanya membiayai kegiatan olimpiade resmi yang dilaksanakan oleh pemerintah berjenjang dari tingkat kabupaten sampai nasional seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN),” jelasnya.
Meski demikin, pihaknya mengaku bangga atas prestasi yang diraih oleh Najwa. “Jadi atas keikutsertaan siswi SDN 2 Ketapang Barat ini kami tidak tahu karena dari awal tidak ada koordinasi, tahu-tahu sudah menang, tapi kami bangga. Sebagai rasa bangga kami, Disdik nanti akan memberikan reward saat Hari Pendidikan Nasional (Hadiknas) pada Mei mendatang,” akunya. (SOE/VEM)